Mau Masuk Kampus Terbaik di Amerika dan Inggris? Cek Syarat yang Diperlukan
Selasa, 27 September 2022 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
Dengan pendekatan holistik yang memungkinkan calon mahasiswa dinilai secara utuh, bakat dan minatnya pun menjadi penting untuk penilaian dalam seleksi penerimaan universitas. Vanya Sunanto, Country Manager Indonesia di Crimson Education memaparkan, adanya perbedaan antara pendekatan dalam sistem pendidikan di Indonesia yang cenderung mengutamakan pencapaian akademis dengan sistem pendidikan di AS dan Inggris yang cenderung holistik inilah yang dijembatani oleh Crimson Education melalui layanan konsultasi dan bimbingan seleksi penerimaan universitas di AS dan Inggris.
“Di Crimson, kami selalu mengawali layanan kami dengan menggali segala sesuatu tentang calon siswa kami, mulai dari bakat, minat, kelebihan, kekurangan, aspirasi, hingga cita-cita yang ingin ia capai. Dengan analisis yang menyeluruh, kami tidak hanya merancang rencana akademis yang terpersonalisasi dan memberikan bimbingan akademis, tetapi juga bimbingan non-akademis yang mencakup pengembangan profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan, penulisan esai, dan persiapan wawancara. Semuanya kami lakukan secara strategis dan statistik kami telah membuktikan bahwa pendekatan ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada pendekatan yang semata-mata mengandalkan pencapaian akademis,” jelasnya.
Menurutnya, profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan yang kuat dapat dibangun dari ide yang sederhana atau bahkan kegemaran pribadi, selama disertai dengan konsistensi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendekatan holistik dalam sistem pendidikan AS dan Inggris ini mungkin dipandang unik di mata sebagian besar masyarakat Indonesia dan menimbulkan sebuah pertanyaan: apa yang sebenarnya dicari oleh universitas-universitas unggulan di AS dan Inggris dalam diri calon mahasiswanya hingga membuat profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan turut menjadi pertimbangan?.
Dalam seleksinya, universitas-universitas unggulan di AS menilai semua calon mahasiswanya berdasarkan tiga hal utama: pencapaian akademis (dengan bobot penilaian sebesar 40%); profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan (dengan bobot penilaian sebesar 30%); serta esai dan wawancara (dengan bobot penilaian sebesar 30%). Universitas-universitas tersebut tidak mencari mahasiswa yang sekadar cemerlang secara akademis, melainkan mahasiswa yang cerdas, kreatif, berinisiatif tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Mereka mencari sosok yang memiliki semangat untuk menciptakan perubahan di dunia. Di sinilah peranan profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan dalam memperkuat aplikasi calon mahasiswa. Kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan yang terbukti membawa manfaat atau memberikan dampak sosial, meskipun pada skala kecil, akan semakin memberikan nilai lebih.
Sedikit berbeda dengan AS, universitas-universitas unggulan di Inggris memiliki kecondongan mencari sosok akademisi yang teguh menjunjung ilmu pengetahuan, sehingga bobot penilaian dalam tahapan seleksinya pun berbeda. Pencapaian akademis memiliki bobot penilaian sebesar 75%, sedangkan bobot penilaian profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan adalah 15%, dan 10% sisanya merupakan bobot penilaian esai dan wawancara. Kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan untuk seleksi penerimaan universitas di Inggris pun tidak dapat dipilih secara sembarang, melainkan harus memiliki keterkaitan dengan program studi yang diminati.
“Di Crimson, kami selalu mengawali layanan kami dengan menggali segala sesuatu tentang calon siswa kami, mulai dari bakat, minat, kelebihan, kekurangan, aspirasi, hingga cita-cita yang ingin ia capai. Dengan analisis yang menyeluruh, kami tidak hanya merancang rencana akademis yang terpersonalisasi dan memberikan bimbingan akademis, tetapi juga bimbingan non-akademis yang mencakup pengembangan profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan, penulisan esai, dan persiapan wawancara. Semuanya kami lakukan secara strategis dan statistik kami telah membuktikan bahwa pendekatan ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih baik daripada pendekatan yang semata-mata mengandalkan pencapaian akademis,” jelasnya.
Menurutnya, profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan yang kuat dapat dibangun dari ide yang sederhana atau bahkan kegemaran pribadi, selama disertai dengan konsistensi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendekatan holistik dalam sistem pendidikan AS dan Inggris ini mungkin dipandang unik di mata sebagian besar masyarakat Indonesia dan menimbulkan sebuah pertanyaan: apa yang sebenarnya dicari oleh universitas-universitas unggulan di AS dan Inggris dalam diri calon mahasiswanya hingga membuat profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan turut menjadi pertimbangan?.
Dalam seleksinya, universitas-universitas unggulan di AS menilai semua calon mahasiswanya berdasarkan tiga hal utama: pencapaian akademis (dengan bobot penilaian sebesar 40%); profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan (dengan bobot penilaian sebesar 30%); serta esai dan wawancara (dengan bobot penilaian sebesar 30%). Universitas-universitas tersebut tidak mencari mahasiswa yang sekadar cemerlang secara akademis, melainkan mahasiswa yang cerdas, kreatif, berinisiatif tinggi, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Mereka mencari sosok yang memiliki semangat untuk menciptakan perubahan di dunia. Di sinilah peranan profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan dalam memperkuat aplikasi calon mahasiswa. Kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan yang terbukti membawa manfaat atau memberikan dampak sosial, meskipun pada skala kecil, akan semakin memberikan nilai lebih.
Sedikit berbeda dengan AS, universitas-universitas unggulan di Inggris memiliki kecondongan mencari sosok akademisi yang teguh menjunjung ilmu pengetahuan, sehingga bobot penilaian dalam tahapan seleksinya pun berbeda. Pencapaian akademis memiliki bobot penilaian sebesar 75%, sedangkan bobot penilaian profil ekstrakurikuler dan kepemimpinan adalah 15%, dan 10% sisanya merupakan bobot penilaian esai dan wawancara. Kegiatan ekstrakurikuler dan kepemimpinan untuk seleksi penerimaan universitas di Inggris pun tidak dapat dipilih secara sembarang, melainkan harus memiliki keterkaitan dengan program studi yang diminati.
Lihat Juga :