Keren! MIN 1 Kota Malang Setiap Tahun Raih Ribuan Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional

Kamis, 29 September 2022 - 23:28 WIB
loading...
Keren! MIN 1 Kota Malang Setiap Tahun Raih Ribuan Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, Jawa Timur, Suyanto saat kunjungan wartawan. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
MALANG - Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri ( MIN ) 1 Kota Malang, Jawa Timur, setiap tahun mampu meraih ribuan prestasi pada kejuaraan tingkat regional, nasional, dan internasional. Berkat ribuan prestasinya, MIN 1 Kota Malang selalu jadi rebutan calon siswa baru.

Kepala MIN 1 Kota Malang Suyanto menyebutkan, siswa-siswi di sekolahnya selalu aktif mengikti banyak perlombaan baik tingkat regional, nasional, dan internasional. Para siswa sudah dipersiapkan sejak dini dengan merekrut sejumlah pembimbing yang pernah juara dibidangnya masing-masing.

Baca juga: Pendaftaran Kompetisi Robotik Madrasah Dibuka hingga 26 Oktober, Total Hadiah 300 Juta

"Setiap tahun kami aktif mengikuti kegiatan untuk menguji kemampuan anak-anak MIN 1 Kota Malang di bidang akademik dan non akademik. Kita juga menghadirkan para pembimbing yang pernah juara di bidangnya masing-masing," kata Suyanto kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Menurut Suyanto, ada 2 hal yang menjadi kunci sukses MIN 1 Kota Malang mendidik siswa-siswi berprestasi. Pertama adalah belajar bermakna dalam setiap pelajaran apa pun. Kedua, manajemen keteladanan yang dipraktikan dan dicontohkan langsung oleh bapak-ibu gurunya.

Suyanto juga menyampaikan bahwa anak-anak madrasah dari sisi pelajaran, bebannya dua kali lipat daripada sekolah umum. Di madrasah, mata pelajaran umum sama persis seperti di sekolah umum. Tapi di madrasah ada tambahan 5 mata pelajaran agama, ditambah pelajaran program tahfiz.

Baca juga: Inovasi Keren! Siswa 10 Tahun Ciptakan Game Online Edukatif secara Otodidak

Meskipun beban belajarnya 2 kali lipat daripada sekolah umum, lanjut Suyanto, kuncinya terletak pada gurunya yang selalu menanamkan kepada siswa-sinyanya belajar bermakna. Jadi setiap mata pelajaran harus dicari intinya.

"Itu targetnya kompetensi apa yang harus dimiliki oleh putra dan putri kita, tidak terlalu dalam materinya tapi bisa dipraktekan oleh putra dan putri kita. Itulah kunci yang selalu kita tanamkan selama ini," terangnya.

Dia mencontohkan, misalkan siswa-siswi belajar IPA tentang cara hidup bersih. Maka mereka harus bisa praktik dan membiasakan pola hidup bersih. Kalau pelajarannya terkait akidah dan akhlak, maka bagaimana supaya anak-anak memiliki akidah dan akhlak yang baik.

Contoh lainnya dalam pelajaran Al-Qur'an dan hadist, siswa-siswi menjadi gemar mengaji Al-Qur'an dan mengamalkan Al-Qur'an dan hadist. Jadi praktiknya yang lebih ditanamkan oleh MIN 1 Kota Malang kepada anak didiknya.

Artinya, setiap mata pelajaran harus dicari core-nya (intisarinya). Menurutnya, itulah yang akan menjadi spesifikasi dari masing-masing pelajaran yang diajarkan di madrasah yang dipimpinnya.

Saat ini, lanjut dia, banyak orang tua murid merasa percaya dengan MIN 1 Kota Malang. Karena anak mereka baru masuk MIN 1 Kota Malang, akidah dan akhlaknya langsung nampak menjadi lebih baik. Siswa-siswi MIN 1 Kota Malang kalau ketemu orang tuanya mengucapkan salam.

Ia menjelaskan, anak-anak MIN 1 Kota Malang diajari menerapkan ajaran 5-S, yakni senyum, sapa, salam, salim, santun. Serta suka menolong, maaf, dan terima kasih. "Itu yang selalu kita tekankan kepada guru agar bisa diaktualisasikan kepada para siswa-siswi," jelasnya.

Selain belajar bermakna, MIN 1 Kota Malang memiliki manajemen keteladanan yang membuat siswa dan siswinya banyak meraih prestasi di berbagai bidang. Menurut Suyanto, memang semuanya berawal dari keteladanan, mulai dari atas ke bawah. Yakni mulai dari kepala madrasah sampai ke bawah memberikan keteladanan kepada bapak dan ibu guru dalam hal apapun.

"Misalnya ada program mahabah (madrasahku, hijau, asri dan bebas sampah), kepala madrasahnya tidak boleh bawa botol pelastik, jadi saya bawa botol minum, kotak nasi, saya harus jadi contoh dan itu akan diikuti oleh bapak dan ibu guru, dalam kegiatan apapun bapak-ibu guru tidak boleh menghasilkan sampah di madrasah ini," jelas Suyanto.

Keteladanan yang dipraktikan kepala madrasah dan bapak-ibu guru akan dilihat siswa dan siswi. Sehingga mereka akan mengikuti perbuatan baik yang dilakukan bapak-ibu guru mereka di sekolah. Siswa-siswi jadinya membawa botol minum, kotak nasi, dan memakan makanan yang sesuai dengan anjuran madrasah.

Ia mengatakan, MIN 1 Kota Malang juga memiliki program dering Subuh. Program ini dibuat untuk memantau apakah anak-anak sudah sholat Subuh atau belum.

"Bapak-ibu gurunya juga sudah saya pastikan mereka ikut sholat Subuh berjamaah di masjid. Ada program Dhuha Time, bapak-ibu gurunya saya pastikan sebelum mengajar sudah sholat Dhuha, awalnya bapak-ibu guru kemudian karyawan nanti diikuti anak-anak, bermula dari keteladanan, dan dari diri sendiri," kata Suyanto.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2282 seconds (10.55#12.26)