Ornamen Header
Mengenal Lingkungan Sekolah secara Virtual
Mengenal Lingkungan Sekolah secara Virtual
Sesi perkenalan dan adaptasi sekolah baru pun harus dilakukan secara virtual. Generasi era pandemi ini sudah harus terbiasa bersosialisasi dengan jarak jauh. Foto: dok/Koran SINDO/Astra Bonardo
JAKARTA - Wida Krisanti (34) sempat bingung saat anak keduanya masuk taman kanak-kanak (TK) tahun ini. Ana (5,5) sang putri yang baru mengenal sekolah ini terancam tidak merasakan belajar di sekolah dalam waktu dekat.

Ana akan mengikuti pembelajaran jarak jauh dan mengerjakan berbagai prakarya atas arahan guru melalui video. Namun satu hal yang mengusik Wida adalah bagaimana mengenalkan teman-teman serta guru kepada Ana. Sebab bagi anak seusia Ana, teman bisa saja menjadi motivasi untuk bersemangat mengerjakan tugas setiap harinya.

Grup aplikasi WhatsApp sudah ada, akhirnya atas inisiatifnya Wida memperkenalkan Ana dengan mengirim foto Ana dalam grup tersebut. Ternyata apa yang dilakukannya diikuti oleh orang tua murid lainnya. Akhirnya satu kelas sudah kenal wajah temannya.

"Ana mengomentari teman-temannya dan tidak sabar untuk segera bertemu meskipun hanya melalui layar laptop," ujarnya. (Baca: Tahun Ajaran Baru dengan Suasana Baru)

Sesi perkenalan dan adaptasi sekolah baru pun harus dilakukan secara virtual. Generasi era pandemi ini sudah harus terbiasa bersosialisasi dengan jarak jauh.



Bagi pengamat pendidikan Nisa Felicia, pengenalan sekolah itu penting di setiap jenjang pendidikan. Sebab mengetahui sekolah itu bukan hanya mengenal teman-teman dan fisik bangunan, tetapi juga tahu tradisi budaya sekolah.

"Anak harus memiliki ekspektasi mengenai sekolah baru mereka ini. Apa saja aturannya yang boleh dan tidak boleh dilakukan," ujarnya. (Baca juga: UI Usulkan Upaya Mitigasi Saat Sekolah Kembali Dibuka)

Khususnya untuk jenjang SMP dan SMA, sekolah harus dapat mengomunikasikan secara jelas kepada siswa baru mereka. Kebijakan atau peraturan juga harus sesuai dengan kondisi pandemi saat ini.

Setelah mengenal sekolah, para peserta didik baru ini dan orang tua mereka harus paham sistem belajar di rumah. Saat ini masa orientasi paling penting dalam sejarah karena semua berubah.

"Bagi anak didik, bertemu secara online sudah menjadi kebiasaan dan bagi mereka tidak masalah sehingga mengganggu aktivitas belajar. Sudah ada pengalaman sebelumnya sehingga mereka hanya melanjutkan," jelasnya. (Lihat videonya: Diduga Gunakan Ilmu Kebal, Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga)



Misalnya salah satu sekolah yang masih melakukan pembelajaran jarah jauh, yakni Al-Azhar. Dari setiap jenjang pendidikan mereka ada waktu khusus untuk mengenal sekolah dan guru secara mendalam selama sehari.

"Hari pertama nanti mungkin kami akan melakukan live di media sosial yang bisa ditonton seluruh siswa baru, setelah itu hanya di kelas masing-masing melalui Zoom atau aplikasi lain," ujar Nor Kaerudin, Direktur Pendidikan Al-Azhar.

Nor berharap para siswa baru terbiasa dengan penggunaan teknologi. Sebab mereka sudah terbiasa dengan pembelajaran jarah jauh sebelum adanya pandemi. Terutama mereka yang di SMA sehingga kurikulum yang diajarkan sekarang sudah dapat dilakukan untuk belajar online. (Ananda Nararya)
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!