Rogue Signal, Aplikasi Anti Begal dari Mahasiswa ITB
Senin, 03 Oktober 2022 - 11:40 WIB
loading...
Mahasiswa ITB membuat aplikasi anti begal yang dinamakan Rogue Signal. Foto/Dok/Humas ITB.
A
A
A
JAKARTA - Kasus pencurian dan perampokan kendaraan bermotor dengan kekerasan atau yang biasa disebut begal masih menjadi permasalahan yang tak kunjung usai di wilayah Cirebon. Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB ) Kampus Cirebon yang tergabung dalam Kelompok 4 Idea Lab pun mengembangkan prototipe aplikasi anti begal yang diberi nama Rogue Signal.
Berdasarkan data yang dilansir dari Kepolisian Resor Cirebon Kota, kasus pencurian kendaraan bermotor baik yang dilakukan dengan kekerasan maupun tidak memiliki proporsi terbesar daripada jenis kriminalitas lainnya yakni mencapai 30%. Rogue Signal hadir sebagai jawaban atas keresahan mahasiswa terhadap maraknya kasus begal di Cirebon.
Baca juga: 9 Kampus di Jakarta yang Terakreditasi Unggul BAN-PT, Mana Nih Incaranmu?
“Kita ambil data dari kuesioner dan wawancara bersama polisi dan warga yang pernah menjadi korban pembegalan, dan ternyata kondisinya memang serawan itu. Polisi sering sekali menerima laporan kasus pembegalan. Ada yang kehilangan motornya, terluka, sampai ada yang tidak selamat. Dari masalah itu kita melihat perlu adanya sesuatu untuk menangani masalah ini,” kata Perwakilan Kelompok 4 Laura Cindy Hartono, dikutip dari laman ITB, Senin (3/10/2022).
Rogue signal merupakan aplikasi yang akan mengirimkan titik lokasi korban begal kepada pihak berwajib maupun pengguna lain dengan kode suara “danger”. Aplikasi ini bekerja menggunakan sistem voice recognition yang dikombinasikan dengan shortcut khusus untuk meminimalisir ketidaksengajaan pengguna mengucapkan kata “danger”.
Ketika pengguna menekan shortcut dan mengucapkan kata “danger” secara bersamaan, aplikasi akan mengirimkan sinyal bahaya kepada polisi untuk menindak di lokasi kejadian, sedangkan sinyal kepada pengguna lain dimaksudkan untuk memberi peringatan daerah rawan begal.
Proses registrasi Rogue Signal membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai autentikasi dan penjamin identitas pengguna. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengguna iseng yang menyalahgunakan aplikasi tersebut di luar keadaan darurat. Untuk memperkuat sistem keamanannya, Rogue Signal juga dilengkapi dengan sistem speech recognition yang akan menyimpan rekaman suara spesifik untuk masing-masing pengguna sehingga tiap akun hanya dapat digunakan oleh satu orang.
Berdasarkan data yang dilansir dari Kepolisian Resor Cirebon Kota, kasus pencurian kendaraan bermotor baik yang dilakukan dengan kekerasan maupun tidak memiliki proporsi terbesar daripada jenis kriminalitas lainnya yakni mencapai 30%. Rogue Signal hadir sebagai jawaban atas keresahan mahasiswa terhadap maraknya kasus begal di Cirebon.
Baca juga: 9 Kampus di Jakarta yang Terakreditasi Unggul BAN-PT, Mana Nih Incaranmu?
“Kita ambil data dari kuesioner dan wawancara bersama polisi dan warga yang pernah menjadi korban pembegalan, dan ternyata kondisinya memang serawan itu. Polisi sering sekali menerima laporan kasus pembegalan. Ada yang kehilangan motornya, terluka, sampai ada yang tidak selamat. Dari masalah itu kita melihat perlu adanya sesuatu untuk menangani masalah ini,” kata Perwakilan Kelompok 4 Laura Cindy Hartono, dikutip dari laman ITB, Senin (3/10/2022).
Rogue signal merupakan aplikasi yang akan mengirimkan titik lokasi korban begal kepada pihak berwajib maupun pengguna lain dengan kode suara “danger”. Aplikasi ini bekerja menggunakan sistem voice recognition yang dikombinasikan dengan shortcut khusus untuk meminimalisir ketidaksengajaan pengguna mengucapkan kata “danger”.
Ketika pengguna menekan shortcut dan mengucapkan kata “danger” secara bersamaan, aplikasi akan mengirimkan sinyal bahaya kepada polisi untuk menindak di lokasi kejadian, sedangkan sinyal kepada pengguna lain dimaksudkan untuk memberi peringatan daerah rawan begal.
Proses registrasi Rogue Signal membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai autentikasi dan penjamin identitas pengguna. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengguna iseng yang menyalahgunakan aplikasi tersebut di luar keadaan darurat. Untuk memperkuat sistem keamanannya, Rogue Signal juga dilengkapi dengan sistem speech recognition yang akan menyimpan rekaman suara spesifik untuk masing-masing pengguna sehingga tiap akun hanya dapat digunakan oleh satu orang.
Lihat Juga :