Banjir Melanda, ITS Ciptakan Penakar Hujan Otomatis
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 13:33 WIB
loading...
Wujud ARR yang dipasang oleh tim KKN ITS di salah satu atap rumah warga Desa Tambaksumur, Sidoarjo. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Inovasi teknologi yang semakin maju memberikan solusi di berbagai macam permasalahan. Seperti halnya yang dilakukan oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) yang menciptakan alat penakar hujan otomatis pada lingkungan sekitar. Alat ini akan mengakomodasi para warga dalam memitigasi banjir yang sering terjadi di lingkungan sekitarnya.
Ketua Pelaksana KKN Muhammad Hafiizh Imaaduddiin menyampaikan, ide pembuatan inovasi alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Kabupaten Sidoarjo dan semakin bertumpuknya limbah cair dari bertumbuhnya perumahan di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya sedimentasi dan kenaikan muka air pada saluran. “Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga,” ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (8/10/2022).
Baca juga: Ingin Kuliah di Prancis? Info Ini Penting Untukmu
Ia menjelaskan, untuk memantau keadaan saat hujan, tim KKN ini menciptakan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR). Tim KKN yang dipimpinnya tersebut terdiri dari 10 dosen dan 32 mahasiswa dari Fakultas Vokasi; Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) dan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD). “Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir,” tegasnya.
Lebih lanjut, dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini mengungkapkan, untuk penempatan kedua alat itu pun perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, tim pemetaan mahasiswa KKN melakukan langkah survei dan pengukuran topografi. Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut.
Ketua Pelaksana KKN Muhammad Hafiizh Imaaduddiin menyampaikan, ide pembuatan inovasi alat ini awalnya timbul karena rendahnya elevasi rumah warga di Desa Tambaksumur, Kabupaten Sidoarjo dan semakin bertumpuknya limbah cair dari bertumbuhnya perumahan di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya sedimentasi dan kenaikan muka air pada saluran. “Dengan permasalahan tersebut perlu adanya pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase warga,” ujarnya, melalui siaran pers, Sabtu (8/10/2022).
Baca juga: Ingin Kuliah di Prancis? Info Ini Penting Untukmu
Ia menjelaskan, untuk memantau keadaan saat hujan, tim KKN ini menciptakan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dan Automatic Water Level Recording (AWLR). Tim KKN yang dipimpinnya tersebut terdiri dari 10 dosen dan 32 mahasiswa dari Fakultas Vokasi; Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) dan Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD). “Dengan alat ini warga dapat mandiri dan sigap dalam melawan banjir,” tegasnya.
Lebih lanjut, dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) ini mengungkapkan, untuk penempatan kedua alat itu pun perlu diperhitungkan. Oleh karena itu, tim pemetaan mahasiswa KKN melakukan langkah survei dan pengukuran topografi. Hal ini untuk menentukan titik efektif dalam menempatkan kedua alat tersebut.
Lihat Juga :