Alex, Wisudawan UMM Selesaikan Studi Magister dengan Jualan Air Isi Ulang
Kamis, 20 Oktober 2022 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Tak mudah memang berkuliah sambil berbisnis. Ia menyadari jika manajemen waktu secara matang adalah salah satu kunci keberhasilannya mengerjakan dua hal tersebut. Ia membagi waktu yaitu pagi hingga sore fokus berjualan dan kuliah, sedangkan malamnya mengerjakan tugas kuliah.
“Sebenarnya rasanya capek kalau harus beraktvitas dari pagi hingga malam. Tapi itu semua saya lakukan karena ada derajat yang harus saya angkat dan hinaan yang harus saya buktikan,” tegasnya.
Menariknya, hasil jualannya juga bisa membantu teman-temannya yang kesusahan. Pun dengan para mahasiswa yang isi dompetnya agak susah. Ia bersyukur dengan berjualan air isi ulang bisa sekalian membantu teman-teman mahasiswa yang sedang kesusahan. Akhirnya sesekali ia memberikan diskon, bahkan diberi gratis.
“Saya patok harga minimal Rp5 ribu. Lalu untuk biaya ongkir nambah dua ribu, jadi tujuh ribu. Sedangkan untuk harga non-mahasiswa Rp10 ribu. Tak jarang saya memberikan harga Rp5 ribu saja untuk mahasiswa ketika ia sulit. Tak sedikit juga yang kadang berutang terlebih dahulu,” tuturnya.
Terakhir, ia berpesan ke anak muda untuk menggunakan waktu yang ada dengan hal bermanfaat dan menjalani hidup dengan terencana. “Gunakan waktu dengan perencanaan yang baik. Kapan waktu belajar dan bekerja. Ketika kita menemukan suatu tantangan jangan menyerah, karena tantangan akan membawa kita untuk memiliki wawasan yang luas untuk memperbaiki diri kita sendiri,” pungkasnya.
“Sebenarnya rasanya capek kalau harus beraktvitas dari pagi hingga malam. Tapi itu semua saya lakukan karena ada derajat yang harus saya angkat dan hinaan yang harus saya buktikan,” tegasnya.
Menariknya, hasil jualannya juga bisa membantu teman-temannya yang kesusahan. Pun dengan para mahasiswa yang isi dompetnya agak susah. Ia bersyukur dengan berjualan air isi ulang bisa sekalian membantu teman-teman mahasiswa yang sedang kesusahan. Akhirnya sesekali ia memberikan diskon, bahkan diberi gratis.
“Saya patok harga minimal Rp5 ribu. Lalu untuk biaya ongkir nambah dua ribu, jadi tujuh ribu. Sedangkan untuk harga non-mahasiswa Rp10 ribu. Tak jarang saya memberikan harga Rp5 ribu saja untuk mahasiswa ketika ia sulit. Tak sedikit juga yang kadang berutang terlebih dahulu,” tuturnya.
Terakhir, ia berpesan ke anak muda untuk menggunakan waktu yang ada dengan hal bermanfaat dan menjalani hidup dengan terencana. “Gunakan waktu dengan perencanaan yang baik. Kapan waktu belajar dan bekerja. Ketika kita menemukan suatu tantangan jangan menyerah, karena tantangan akan membawa kita untuk memiliki wawasan yang luas untuk memperbaiki diri kita sendiri,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :