Guru Besar ITS Kembali Masuk Top 2% Scientist in the World 2022
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 09:35 WIB
loading...
Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno, guru besar ITS yang kembali masuk ke dalam Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2021-2022. Foto/Laman ITS.
A
A
A
JAKARTA - Salah satu guru besar atau profesor ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno kembali masuk untuk kali ketiganya dalam daftar Top 2% Scientist in the World: Single Year Impact 2021-2022. Daftar ini dirilis Stanford University dan Elsevier Report pada 10 Oktober 2022 lalu secara daring.
Studi tersebut dilakukan Professor John PA Ioannidis MD PhD dari Stanford University, Jeroen Baas dari Elsevier, dan Kevin Boyack dari SciTech Strategies melalui publikasi Updated Science-wide Author Databases of Standardized Citation Indicators versi keempat. Ilmuwan diklasifikasikan menjadi 22 bidang keilmuan dan 176 subbidang dalam pemeringkatan sitasi c-score di luar sitasi diri sendiri (nonself-citation).
Menjadi satu-satunya akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), profesor yang akrab disapa Riyan ini juga tercatat sebagai satu dari 200.409 peneliti dunia dalam daftar tersebut. Dia juga termasuk satu dari 98 peneliti asal Indonesia yang masuk dalam jajaran Top 2% Scientist in the World.
Dosen Departemen Teknik Informatika ITS itu memperoleh nilai c-score sebesar 366 sitasi pada September 2021 hingga September 2022. “Terkait penelitian terbaru saya, tahun ini saya sudah menerbitkan 16 jurnal terindeks Scopus dan Web of Science (WoS),” katanya, dikutip dari laman ITS, Sabtu (22/10/2022).
Baca juga: UGM dan Korea Selatan akan Perluas Kerja Sama Bidang Pendidikan
Studi tersebut dilakukan Professor John PA Ioannidis MD PhD dari Stanford University, Jeroen Baas dari Elsevier, dan Kevin Boyack dari SciTech Strategies melalui publikasi Updated Science-wide Author Databases of Standardized Citation Indicators versi keempat. Ilmuwan diklasifikasikan menjadi 22 bidang keilmuan dan 176 subbidang dalam pemeringkatan sitasi c-score di luar sitasi diri sendiri (nonself-citation).
Menjadi satu-satunya akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), profesor yang akrab disapa Riyan ini juga tercatat sebagai satu dari 200.409 peneliti dunia dalam daftar tersebut. Dia juga termasuk satu dari 98 peneliti asal Indonesia yang masuk dalam jajaran Top 2% Scientist in the World.
Dosen Departemen Teknik Informatika ITS itu memperoleh nilai c-score sebesar 366 sitasi pada September 2021 hingga September 2022. “Terkait penelitian terbaru saya, tahun ini saya sudah menerbitkan 16 jurnal terindeks Scopus dan Web of Science (WoS),” katanya, dikutip dari laman ITS, Sabtu (22/10/2022).
Baca juga: UGM dan Korea Selatan akan Perluas Kerja Sama Bidang Pendidikan
Lihat Juga :