Ponpes Attaqwa Putra Kirim Alumni ke Turki dan Yaman

Rabu, 26 Oktober 2022 - 14:16 WIB
loading...
Ponpes Attaqwa Putra Kirim Alumni ke Turki dan Yaman
Ponpes Attaqwa Putra Bekasi kembali mengirimkan empat orang alumni dan kader-kadernya ke kampus ternama mancanegara. Foto/Sekretariat Ponpes Attaqwa Putra
A A A
JAKARTA - Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa Putra Bekasi kembali mengirimkan empat orang alumni dan kader-kadernya ke kampus ternama mancanegara. Acara pelepasan keempat alumni Ponpes Attaqwa Putra tersebut dihadiri seluruh santri serta pimpinan dan dewan guru di Masjid Jami' Attaqwa, Senin 24 Oktober 2022.

Tiga orang alumni yang dilepas memilih Universitas Kirklaleri Turki sebagai tujuan. Mereka adalah M Anas Muzaki, M Kevin Kahal, dan M Zidan Rizqy. Sedangkan satu orang lagi, Ibadallah Al-Mukhlasin, memilih melanjutkan studinya di Universitas Al-Ahgaff Yaman.

Para alumni lulusan tahun 2021 tersebut juga mengambil jurusan yang berbeda-beda, seperti studi agama (Ilahiyat), desain grafis, dan syariah Islam. Kepala Madrasah Aliyah Attaqwa Putra Dr. KH Iman Fadhlurrahman, Lc., MA., dalam sambutannya berharap para alumni yang dilepas menjadi duta terbaik Attaqwa di mana pun belajar, agar dapat menjadi teladan yang dapat diikuti jejaknya oleh para adik kelas yang masih belajar di pondok.

Baca juga: Peringati Hari Santri, Ponpes Attaqwa Putra Gelar Khataman Al-Qur'an dan Zikir Akbar

Dia juga menjelaskan bahwa setelah santri lulus Madrasah Aliyah, pihak pondok masih memberikan asistensi serta bantuan untuk dapat kuliah di kampus-kampus pilihan dalam dan luar negeri serta mendapatkan kesempatan beasiswa.

Pimpinan Ponpes Attaqwa Putra, KH Husnul Amal Mas’ud, Lc., D.E.S.A., berpesan kepada para santri untuk meluruskan dan selalu menjaga niat belajar karena Allah SWT sebagai kunci mendapat ilmu yang berkah. Dia menambahkan, dalam proses belajar para santri agar selalu berupaya termasuk dalam empat golongan yang dipesankan Nabi SAW., yaitu bercita-cita untuk menjadi orang alim (kun 'aaliman), atau pembelajar yang gigih (muta'alliman), atau pendengar yang baik di setiap majelis ilmu (mustami'an), atau pencinta ilmu dan para ulama (muhibban).

"Jangan jadi golongan yang kelima, karena kata Nabi pasti akan binasa dan celaka, (wala takun khamisan fatahlik)," pungkasnya.
(zik)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1809 seconds (11.252#12.26)