Buat Lengan Prostesis, Mahasiswa ITB Ikut Kompetisi Inovasi Dunia di Swiss

Selasa, 01 November 2022 - 15:15 WIB
loading...
Buat Lengan Prostesis, Mahasiswa ITB Ikut Kompetisi Inovasi Dunia di Swiss
Tim mahasiswa ITB mengikuti Internasional Swiss Innovation Challenge 2022. Foto/Dok/Humas ITB.
A A A
JAKARTA - Tim Karla Bionics ITB mengikuti kompetisi inovasi internasional Swiss Innovation Challenge 2022. Sebelumnya tim ITB berhasil memenangkan juara pertama kompetisi ini di tingkat nasional sehingga bisa memberangkatkan mereka ke Basel, Swiss.

Tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengangkat visi “Empower Difabel to be Proud Active”. Mereka memiliki misi ingin membawa nama Indonesia ke kancah internasional dengan inovasi produk lengan prostesisnya yang cukup murah namun fungsional dan nyaman untuk dipakai.

“Awalnya Karla Bionics terbentuk dari topik tugas akhirnya Kak Syaiful tentang lengan prostetik. Kemudian topik ini diangkat menjadi bahan penelitian oleh Pak Wildan,” salam satu anggota tim Alya Hanun, dikutip dari laman ITB, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Anak Petani Ini Raih Juara 1 Pilmapres 2022, Pernah Jadi Marbot Masjid hingga Lulus

“Pak Wildan dan Kak Syaiful merasa jika ini hanya sebatas penelitian saja, dampak penelitian ini tidak akan meluas. Mereka merasa proyek ini perlu dikembangkan lagi ke tahap komersial agar lengan prostesis yang terjangkau ini bisa bermanfaat oleh seluruh difabel," tambahnya.

Oleh karena itu, Karla Bionics terbentuk dan beranggotakan Wildan Trusaji sebagai CEO Karla Bionics sekaligus dosen MR, Syaiful Hammam sebagai Chief of Design Karla Bionics, Khoirun Mumpuni, Andy Lucky, dan Alya Hanun.

Tim Karla Bionics berencana akan mendemonstrasikan produk lengan prostesis mereka. “Salah satunya adalah prostesis yang electric powered. Karena baterai yang digunakan tidak bisa melalui jalur udara, kita sekarang ini sedang mencari cara agar nanti bisa tetap pakai baterai yang sama," ucapnya.

Selain produk lengan prostesis mereka yang sudah siap diperlihatkan kepada seluruh orang, tim Karla Bionics juga membuat social enterprise business model, mereka memiliki program vocational employment dan Karla Funding program dengan harapan para sahabat difabel dapat menggunakan produk mereka.

Baca juga: UPNVJ Masuk 5 Besar Kampus yang Berkontribusi dalam Penanganan Covid-19

Saat tim Karla Bionics berada di babak final tingkat nasional, Alya bercerita tentang pengalaman berkesannya. Alya juga mengenang rasa senangnya bersama anggota tim lainnya saat pengumuman pemenang kompetisi dikabarkan, dan mereka akan lanjut lomba lain ke Swiss. “Ini pertama kalinya saya ikut lomba tingkat internasional secara langsung dan mewakili tim saya, bukan secara virtual,” jelasnya.

Tim Karla Bionics yang pernah meraih penghargaan sebagai “The Most Innovative Start-Up” di Bandung Startup Pitching Day 2022 saat ini sedang mempersiapkan segala kebutuhan untuk pergi ke luar negeri, seperti paspor dan visa. Mereka juga sedang mengurus keperluan salah satu komponen melalui took ecommerce Eropa karena komponen tersebut tidak bisa dikirim lewat jalur udara.

Dari pengalaman mereka mengikuti kompetisi Swiss Innovation Challenge, tim Karla Bionics mendapatkan banyak pelajaran, seperti umpan balik terkait product requirement dan model business untuk B2C. Mereka percaya bahwa lengan prostesis mereka dapat ditingkatkan lagi supaya produk mereka lebih bermanfaat.

“Harapannya semoga apa yang dikembangkan bisa bermanfaat dan tepat sasaran. Karena sebenarnya inovasi akan bermakna jika bisa bermanfaat. Semangat!” Alya menambahkan.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2590 seconds (11.97#12.26)