Minat Baca Tulis Siswa Mulai Pudar, Jabar Gandeng Budayawan hingga Praktisi Literasi
Minggu, 06 November 2022 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Dengan hadirnya program tersebut, tambah Dewi, kini banyak peserta didik yang mulai mengobarkan semangat literasi. Bahkan, sejumlah karya pun hadir, seperti majalah dengan nama "Jejak" dan "Dingdong Magazine" yang mengupas seluk beluk Majalengka dimana semua karya tulis yang dimuat hasil karya peserta didik.
"Seiring berjalannya waktu dan terus belajar, saya yakin pasti karya-karya kedepan akan semakin jauh lebih baik dan bermanfaat," harap Dewi.
Budayawan sekaligus penulis asal Majalengka, Oom Somara de Uci menuturkan banyak manfaat yang diperoleh melalui membaca dan menulis. Dengan gelar membaca, maka wawasan dan pengetahuan akan semakin luas.
"Menulis juga akan membuat ilmu pengetahuan kita semakin bertambah, karena orang menulis pasti rajin membaca. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan budaya membaca dan menulis dinkalangan pelajar dan itu mutlak dilakukan tanpa alasan apapun," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, peserta didik sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut pintar dalam bidang pelajaran. Di sisi lain, diperlukan kemampuan berpikir kritis guna membantu dalam mengambil keputusan.
"Agar terwujudnya sebuah bangsa yang maju, maka secara historis itu harus didukung dengan tingkat literasi yang tinggi. Itu merupakan salah satu faktornya. Karena melalui semangat literasi itu dapat mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi," kata Dedi.
"Seiring berjalannya waktu dan terus belajar, saya yakin pasti karya-karya kedepan akan semakin jauh lebih baik dan bermanfaat," harap Dewi.
Budayawan sekaligus penulis asal Majalengka, Oom Somara de Uci menuturkan banyak manfaat yang diperoleh melalui membaca dan menulis. Dengan gelar membaca, maka wawasan dan pengetahuan akan semakin luas.
"Menulis juga akan membuat ilmu pengetahuan kita semakin bertambah, karena orang menulis pasti rajin membaca. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan budaya membaca dan menulis dinkalangan pelajar dan itu mutlak dilakukan tanpa alasan apapun," katanya.
Sementara itu, Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi mengatakan, peserta didik sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut pintar dalam bidang pelajaran. Di sisi lain, diperlukan kemampuan berpikir kritis guna membantu dalam mengambil keputusan.
"Agar terwujudnya sebuah bangsa yang maju, maka secara historis itu harus didukung dengan tingkat literasi yang tinggi. Itu merupakan salah satu faktornya. Karena melalui semangat literasi itu dapat mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi," kata Dedi.
(mpw)
Lihat Juga :