Prof Taruna Ikrar Dikukuhkan Jadi Guru Besar Tetap Farmakologi FK Universitas Malahayati Lampung
Minggu, 06 November 2022 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
H-Index itu sendiri merupakan indeks yang mengukur produktivitas dan dampak dari karya atau hasil penelitian seorang ilmuwan.
Prof. Taruna Ikrar merupakan dokter, ilmuwan, dan pengajar yang merupakan pakar pada bidang farmakologi, kardiologi, dan neurosains yang pengalaman serta penelitiannya telah diakui secara internasional.
Sebagai seorang akademisi, prestasi Prof. Taruna Ikrar, harus diukur berdasarkan capaian publikasi ilmiahnya. Salah satunya, untuk skala nasional, capaian publikasi ilmiah para dosen diukur menggunakan SINTA INDEX, sebuah metrik capaian publikasi ilmiah yang dibuat oleh Kemendikbud.
Taruna Ikrar memang merupakan sosok akademisi dan ilmuwan yang sangat kredibel kaliber internasional, dengan lama kariernya sebagai dosen dan peneliti telah 20 tahunan, capaian H-INDEX SCOPUS-nya telah mencapai nilai lebih dari 10 seperti parameter para akademisi di negara-negara maju, H-INDEX SCOPUS-nya rata-rata bernilai lebih dari 10.
Kenapa metrik capaian publikasi ilmiah seorang akademisi penting? Karena hal itu bisa mengindikasikan keseriusan seorang akademisi dalam menghasilkan gagasan-gagasan ilmiah atau hasil-hasil riset ilmiah yang kredibel, berkualitas dan inovatif!
Jika seorang akademisi tak mampu menghasilkan gagasan-gagasan ilmiah atau hasil-hasil riset ilmiah yang kredibel, berkualitas dan inovatif, yang bisa menembus publikasi ilmiah internasional yang proses reviewnya sangat ketat. Lebih jauh dari itu, Prof. Taruna Ikrar telah berhasil memboyong lebih 20an penghargaan Nasional dan Internasional di bidang inovasi dan teknologi kedokteran.
Taruna Ikrar diharapkan menjadi actor perubahan sains ditanah air, menjadi mediator untuk membawa peradaban bangsa ini menuju ke zona rasional, sebagai syarat mutlak untuk mencapai kemajuan. Saintis harus menjadi mediator di saat situasi bangsa sedang terjebak dalam arena perseteruan politik. Karena hanya sains dan para aktor sains lah yang terbiasa dengan objektivitas dan norma-norma saintifik.
Berdasarkan capaian Prof. Taruna Ikrar dalam bidang penelitian, sebetulnya angka kredit poin yang dicapai telah jauh melebihi angka minimal 300 Kredit.
Dengan demikian Prof Taruna Ikrar, secara sah dan meyakinkan memiliki kapabilitas, kredibilatas sebagai seorang ilmuwan dan peneliti, dan guru besar yang bisa memberikan nuansa baru keilmuwan di Indonesia, khususnya Ilmu Farmakologi, yang sangat berkembang dengan sangat pesat.
Selanjutnya, dalam penilaian pengajaran/Pendidikan, Taruna telah bekerja diluar negeri sebagai dosen lebih 10 tahun, dengan memulai karier di Niigata University, sebagai research dan teaching assistant 2004-2008, dilanjutkan sebagai research post-doctoral (2008-2013) dan Visiting Senior Lecture of Pharmacology di University technology MARA Malaysia (2010-2013), dilanjutkan sebagai Assistant Specialist (2013-2016) dan Senior Scientist, di Steenblock Research Institute (SRI) (2016-2018), Professor dan Dean of Biomedical School, PHSU (2017-2020), serta sebagai Development Director di Aivita Biomedical (2018-2020).
Selanjutnya bergabung di Fakultas Kedokteran, Malahayati University, Lampung (Sejak Juli 2021). Sebelumnya, sebagai Dosen yang memiliki NIDK di Universitas Hasanuddin, Makassar sejak 1 Januari 2016.
Prof. Taruna Ikrar merupakan dokter, ilmuwan, dan pengajar yang merupakan pakar pada bidang farmakologi, kardiologi, dan neurosains yang pengalaman serta penelitiannya telah diakui secara internasional.
Sebagai seorang akademisi, prestasi Prof. Taruna Ikrar, harus diukur berdasarkan capaian publikasi ilmiahnya. Salah satunya, untuk skala nasional, capaian publikasi ilmiah para dosen diukur menggunakan SINTA INDEX, sebuah metrik capaian publikasi ilmiah yang dibuat oleh Kemendikbud.
Taruna Ikrar memang merupakan sosok akademisi dan ilmuwan yang sangat kredibel kaliber internasional, dengan lama kariernya sebagai dosen dan peneliti telah 20 tahunan, capaian H-INDEX SCOPUS-nya telah mencapai nilai lebih dari 10 seperti parameter para akademisi di negara-negara maju, H-INDEX SCOPUS-nya rata-rata bernilai lebih dari 10.
Kenapa metrik capaian publikasi ilmiah seorang akademisi penting? Karena hal itu bisa mengindikasikan keseriusan seorang akademisi dalam menghasilkan gagasan-gagasan ilmiah atau hasil-hasil riset ilmiah yang kredibel, berkualitas dan inovatif!
Jika seorang akademisi tak mampu menghasilkan gagasan-gagasan ilmiah atau hasil-hasil riset ilmiah yang kredibel, berkualitas dan inovatif, yang bisa menembus publikasi ilmiah internasional yang proses reviewnya sangat ketat. Lebih jauh dari itu, Prof. Taruna Ikrar telah berhasil memboyong lebih 20an penghargaan Nasional dan Internasional di bidang inovasi dan teknologi kedokteran.
Taruna Ikrar diharapkan menjadi actor perubahan sains ditanah air, menjadi mediator untuk membawa peradaban bangsa ini menuju ke zona rasional, sebagai syarat mutlak untuk mencapai kemajuan. Saintis harus menjadi mediator di saat situasi bangsa sedang terjebak dalam arena perseteruan politik. Karena hanya sains dan para aktor sains lah yang terbiasa dengan objektivitas dan norma-norma saintifik.
Berdasarkan capaian Prof. Taruna Ikrar dalam bidang penelitian, sebetulnya angka kredit poin yang dicapai telah jauh melebihi angka minimal 300 Kredit.
Dengan demikian Prof Taruna Ikrar, secara sah dan meyakinkan memiliki kapabilitas, kredibilatas sebagai seorang ilmuwan dan peneliti, dan guru besar yang bisa memberikan nuansa baru keilmuwan di Indonesia, khususnya Ilmu Farmakologi, yang sangat berkembang dengan sangat pesat.
Selanjutnya, dalam penilaian pengajaran/Pendidikan, Taruna telah bekerja diluar negeri sebagai dosen lebih 10 tahun, dengan memulai karier di Niigata University, sebagai research dan teaching assistant 2004-2008, dilanjutkan sebagai research post-doctoral (2008-2013) dan Visiting Senior Lecture of Pharmacology di University technology MARA Malaysia (2010-2013), dilanjutkan sebagai Assistant Specialist (2013-2016) dan Senior Scientist, di Steenblock Research Institute (SRI) (2016-2018), Professor dan Dean of Biomedical School, PHSU (2017-2020), serta sebagai Development Director di Aivita Biomedical (2018-2020).
Selanjutnya bergabung di Fakultas Kedokteran, Malahayati University, Lampung (Sejak Juli 2021). Sebelumnya, sebagai Dosen yang memiliki NIDK di Universitas Hasanuddin, Makassar sejak 1 Januari 2016.
Lihat Juga :