ITS Pimpin Pengembangan Bus Listrik Merah Putih untuk KTT G20
Selasa, 15 November 2022 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, pembuatan Bus Listrik Merah Putih ini turut melibatkan mahasiswa magang dari berbagai perguruan tinggi. “Dengan begitu, mahasiswa diharapkan dapat melihat secara langsung proses produksi dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan semasa di bangku kuliah,” jelas dosen Teknik Mesin ini.
Bentuk nyata dukungan Kemdikbudristek tergambar dalam pendanaan penelitian yaitu program matching fund. Program tersebut mendorong mahasiswa mendapat pengalaman kerja di luar kampus. Hal ini diwujudkan dengan melakukan kerja sama menggandeng PT INKA untuk mengajak mahasiswa turut berkarya dan bekerja.
Desain bus karya anak bangsa ini diestimasikan dalam penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75 persen. Hal ini mencerminkan Bus Listrik Merah Putih amat mendukung penelitian, dan pengembangannya dikuasai oleh bangsa Indonesia.
Sebagai bus listrik pertama yang dikembangkan putra-putri dalam negeri, tentunya menoreh banyak apresiasi. Bahkan, menurut Bambang, Kementerian BUMN melalui PT Damri menyatakan ketertarikannya pada bus listrik ini untuk beroperasi di Bandung dan Surabaya ke depannya.
Tak berhenti di KTT G20 saja, Bambang ingin Bus Listrik Merah Putih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. “Penggunaan yang lebih luas tentunya sangat memungkinkan seperti untuk keperluan bus antarjemput sekolah, bus di bandara, dan sebagainya,” harapnya.
Bentuk nyata dukungan Kemdikbudristek tergambar dalam pendanaan penelitian yaitu program matching fund. Program tersebut mendorong mahasiswa mendapat pengalaman kerja di luar kampus. Hal ini diwujudkan dengan melakukan kerja sama menggandeng PT INKA untuk mengajak mahasiswa turut berkarya dan bekerja.
Desain bus karya anak bangsa ini diestimasikan dalam penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 75 persen. Hal ini mencerminkan Bus Listrik Merah Putih amat mendukung penelitian, dan pengembangannya dikuasai oleh bangsa Indonesia.
Sebagai bus listrik pertama yang dikembangkan putra-putri dalam negeri, tentunya menoreh banyak apresiasi. Bahkan, menurut Bambang, Kementerian BUMN melalui PT Damri menyatakan ketertarikannya pada bus listrik ini untuk beroperasi di Bandung dan Surabaya ke depannya.
Tak berhenti di KTT G20 saja, Bambang ingin Bus Listrik Merah Putih dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. “Penggunaan yang lebih luas tentunya sangat memungkinkan seperti untuk keperluan bus antarjemput sekolah, bus di bandara, dan sebagainya,” harapnya.
(nnz)
Lihat Juga :