Peneliti Universitas Pertamina Kelola Sampah Jadi Sumber Energi Organik
Selasa, 22 November 2022 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
“Penelitian ini kami lakukan di Kecamatan Nusa Penida, Bali. Sebagai wilayah pariwisata ternama di Indonesia, Bali memiliki permasalahan sampah yang cukup besar. Di Nusa Penida saat ini masih belum memiliki Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) sehingga sampah masih dibiarkan di TPA,” jelas Mega dalam keterangan pers, Senin (21/11/2022).
Baca juga: Beasiswa LPDP Siapkan Kuota bagi 3.256 Mahasiswa di 2023, Cek Info Lengkapnya di Sini
Komposisi sampah di Kecamatan Nusa Penida, menurut Mega, didominasi oleh sampah organik, plastik, besi, dan masker dengan persentase sebesar 43,57 persen, 32,77 persen, 19,54 persen, dan 4,12 persen. Untuk dapat menghasilkan pellet RDF, sampah tersebut harus melalui proses homogenizer guna menghasilkan ukuran yang lebih kecil.
“Sampah yang sudah berhasil dikumpulkan akan dipisahkan berdasarkan jenisnya masing-masing. Kemudian akan dilakukan perhitungan kadar air dan nilai kalori pada sampah tersebut. Pellet RDF yang baik adalah yang memiliki kadar air rendah dan nilai kalori yang tinggi,” ungkap Mega.
Ia menambahkan, kadar air memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses pengeringan sampah. Semakin tinggi kadar air, akan memperlama proses pengeringan. Dari keempat jenis sampah, sampah plastik memiliki kadar air terkecil yakni 0,8% dan nilai kalori terbesar yakni 5.129 kcal/kg. Hal ini menjadikan sampah plastik memiliki kualitas pelet RDF yang lebih baik dibanding jenis sampah lainnya.
Baca juga: Beasiswa LPDP Siapkan Kuota bagi 3.256 Mahasiswa di 2023, Cek Info Lengkapnya di Sini
Komposisi sampah di Kecamatan Nusa Penida, menurut Mega, didominasi oleh sampah organik, plastik, besi, dan masker dengan persentase sebesar 43,57 persen, 32,77 persen, 19,54 persen, dan 4,12 persen. Untuk dapat menghasilkan pellet RDF, sampah tersebut harus melalui proses homogenizer guna menghasilkan ukuran yang lebih kecil.
“Sampah yang sudah berhasil dikumpulkan akan dipisahkan berdasarkan jenisnya masing-masing. Kemudian akan dilakukan perhitungan kadar air dan nilai kalori pada sampah tersebut. Pellet RDF yang baik adalah yang memiliki kadar air rendah dan nilai kalori yang tinggi,” ungkap Mega.
Ia menambahkan, kadar air memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap proses pengeringan sampah. Semakin tinggi kadar air, akan memperlama proses pengeringan. Dari keempat jenis sampah, sampah plastik memiliki kadar air terkecil yakni 0,8% dan nilai kalori terbesar yakni 5.129 kcal/kg. Hal ini menjadikan sampah plastik memiliki kualitas pelet RDF yang lebih baik dibanding jenis sampah lainnya.
Lihat Juga :