Dosen IPB Ungkap Potensi Minyak Pala sebagai Kosmetik Antiaging
Senin, 28 November 2022 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Ia menambahkan, dibandingkan dengan sesama senyawa aktif minyak atsiri Indonesia lain, ternyata kandungan 4-terpineol dan miristisin dalam minyak atsiri pala diyakini bersifat paling kuat sebagai antioksidan atau antiaging. “Senyawa tersebut paling cocok dikembangkan sebagai sediaan kosmetik antiaging. Temuan ini dibuktikan lebih lanjut melalui pengujian in silico,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses mendapatkan bahan aktif murni pada minyak pala dapat dilakukan melalui fraksinasi. Proses skala laboratorium dilakukan dengan metode spinning band distillation column. Dengan rasio refluks 1:1, kandungan senyawa 4-terpineol dan miristisin relatif meningkat.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Dokter Spesialis dan Subspesialis Telah Dibuka, Ini Linknya
Dengan metode yang tepat, imbuhnya, baik skala laboratorium dan skala pilot, menghasilkan nilai inhibition concentration 50 persen (IC50) yang rendah. Nilai ini adalah konsentrasi yang dapat meredam aktivitas radikal bebas sebesar 50 persen dan hasilnya memperoleh hanya sekitar 9,39 ppm. Semakin kecil nilai IC50, maka aktivitas antioksidan semakin baik.
“Artinya, dengan sedikit minyak atsiri pala yang digunakan, tetap menimbulkan sifat antioksidan yang kuat. Namun demikian, saran saya, proses pemurnian ini masih memerlukan pengembangan metode sehingga diperoleh minyak atsiri pala dengan kemurnian yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan proses mendapatkan bahan aktif murni pada minyak pala dapat dilakukan melalui fraksinasi. Proses skala laboratorium dilakukan dengan metode spinning band distillation column. Dengan rasio refluks 1:1, kandungan senyawa 4-terpineol dan miristisin relatif meningkat.
Baca juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP Dokter Spesialis dan Subspesialis Telah Dibuka, Ini Linknya
Dengan metode yang tepat, imbuhnya, baik skala laboratorium dan skala pilot, menghasilkan nilai inhibition concentration 50 persen (IC50) yang rendah. Nilai ini adalah konsentrasi yang dapat meredam aktivitas radikal bebas sebesar 50 persen dan hasilnya memperoleh hanya sekitar 9,39 ppm. Semakin kecil nilai IC50, maka aktivitas antioksidan semakin baik.
“Artinya, dengan sedikit minyak atsiri pala yang digunakan, tetap menimbulkan sifat antioksidan yang kuat. Namun demikian, saran saya, proses pemurnian ini masih memerlukan pengembangan metode sehingga diperoleh minyak atsiri pala dengan kemurnian yang lebih tinggi,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :