Ratusan Guru dan Pakar Komitmen Kembangkan Potensi Siswa, Ini Tantangannya
Kamis, 01 Desember 2022 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Berkembangnya forum saling berbagi sesama guru lewat komunitas seperti KKG (Kelompok Kerja Guru) maupun MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) harus terus didorong keberadaannya dan ditularkan ke daerah lain.
“Di sini, keberadaan KKG dan MGMP perlu ditopang oleh dinas, pemda hingga kepala sekolah. Sehingga peran komunitas semakin konkret dalam mendukung peningkatan kualitas para guru," jelas Fakhrurrozi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengungkapkan pentingnya pola pembelajaran yang didukung oleh sistem pembelajaran yang implementatif dan kontekstual. Para guru harus kreatif dalam mengajar agar siswa mengalami, menemukan, dan mengkomunikasikan apa yang mereka lihat dan rasakan.
“Misalnya guru mengajak siswa ke tempat agrowisata atau ke damkar untuk belajar tentang alam atau profesi. Guru sejarah perlu membawa anak didiknya ke museum," ungkap Abdul Jamal.
Jamal merujuk pada pengalamannya ketika berada di Dinas Tenaga Kerja, di mana banyak lulusan ternyata tidak siap bekerja. “Dulu pernah membuat lowongan kerja. Dari 3.000 lowongan hanya terisi 20% saja," jelasnya.
Rata-rata para lulusan tersebut tidak diterima karena kurangnya pendidikan karakter dan keterampilan yang disyaratkan dunia industri. Di sini memang masih terjadi gap link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha. “Ini perlu dijembatani dengan lulusan sekolah yang berkualitas dan diperlukan oleh industri," jelasnya.
FGD juga memunculkan tantangan kekurangan pengawas di sejumlah daerah. Misalnya Kabupaten Siak hanya memiliki 8 pengawas yang harus mengawasi 110 sekolah. Ditambah lagi kondisi medan geografis beragam. Selain jauh, ada sekolah yang tempatnya tidak memiliki infrastruktur jalan yang memadai.
“Di sini, keberadaan KKG dan MGMP perlu ditopang oleh dinas, pemda hingga kepala sekolah. Sehingga peran komunitas semakin konkret dalam mendukung peningkatan kualitas para guru," jelas Fakhrurrozi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengungkapkan pentingnya pola pembelajaran yang didukung oleh sistem pembelajaran yang implementatif dan kontekstual. Para guru harus kreatif dalam mengajar agar siswa mengalami, menemukan, dan mengkomunikasikan apa yang mereka lihat dan rasakan.
“Misalnya guru mengajak siswa ke tempat agrowisata atau ke damkar untuk belajar tentang alam atau profesi. Guru sejarah perlu membawa anak didiknya ke museum," ungkap Abdul Jamal.
Jamal merujuk pada pengalamannya ketika berada di Dinas Tenaga Kerja, di mana banyak lulusan ternyata tidak siap bekerja. “Dulu pernah membuat lowongan kerja. Dari 3.000 lowongan hanya terisi 20% saja," jelasnya.
Rata-rata para lulusan tersebut tidak diterima karena kurangnya pendidikan karakter dan keterampilan yang disyaratkan dunia industri. Di sini memang masih terjadi gap link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha. “Ini perlu dijembatani dengan lulusan sekolah yang berkualitas dan diperlukan oleh industri," jelasnya.
FGD juga memunculkan tantangan kekurangan pengawas di sejumlah daerah. Misalnya Kabupaten Siak hanya memiliki 8 pengawas yang harus mengawasi 110 sekolah. Ditambah lagi kondisi medan geografis beragam. Selain jauh, ada sekolah yang tempatnya tidak memiliki infrastruktur jalan yang memadai.
Lihat Juga :