Harumkan Nama Bangsa, Pelajar Indonesia Raih 5 Medali di Olimpiade Sains Dunia
Kamis, 15 Desember 2022 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
International Junior Science Olympiad (IJSO) adalah ajang olimpiade sains untuk siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bertaraf internasional. Olimpiade Sains ini melingkupi kemampuan sains siswa-siswi SMP yang meliputi kemampuan teroritis bersifat individual dan kemampuan eksperimental sains yang bersifat kelompok atau tim dengan anggota 3 orang. Kemampuan teoritis meliputi keterpaduan mata pelajaran Biologi, Fisika dan Kimia. Kemampuan eksperimental meliputi kemampuan eksperimental Biologi, Fisika dan Kimia dan keterpaduan ketiga mata pelajaran tersebut. Tahun ini IJSO di Kolombia diikuti 240 peserta dari 40 negara.
IJSO 2022 berlangsung dalam tiga tahapan tes, yaitu tahap pertama berupa tes tertulis MCQ (Multiple Choice Questions) atau pilihan berganda, dengan total 30 soal (10 soal Biologi, 10 soal Kimia dan 10 soal Fisika) dalam waktu 3 jam, pada Minggu (4/12/2022). Tahap kedua berupa tes tertulis soal teori yang terdiri dari soal teori Biologi, Kimia dan Fisika dengan waktu 4 jam pada Selasa (6/12/2022). Tahap ketiga berupa tes eksperimen yang bersifat kelompok di mana para peserta dikelompokkan menjadi dua grup yaitu Indonesia 1 (Novin Raushan, Bagasmora Andreo Sibarani dan Afrand Mirza Herwinsyah) dan Indoneia 2 (Cindy Rotan, Muhammad Arya Razan, dan Gusti Komang Abhika Atmaja).
Baca juga: Pelajar SMP IPEKA IICS Raih Juara di World Scholars Cup 2022 di Yale University AS
Kedua grup mengerjakan 5 soal eksperimen dalam waktu 3 jam 10 menit pada Kamis (8/12/2022) yang meliputi: model elektronik dari neuron sensor pencium, mengukur resistivitas, viskositas dari fluida cerebrospinal, efek pH pada anthocyanins dan menentukan spesies kopi. Soal yang diujikan merupakan soal-soal yang sesuai dengan silabus IJSO dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Proses moderasi hasil pekerjaan siswa dilakukan pada Sabtu (10/12/2022) dan Tim Indonesia mendapat jadwal pada pukul 15.30-15.40 waktu setempat.
Pengumuman peraih medali sekaligus penutupan pelaksanaan IJSO 2022 dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2022. Turut mendampingi para siswa Indonesia di IJSO 2022 yaitu Budhy Kurniawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia; Iriawati dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB); dan Untung Triadhi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB)
IJSO 2022 berlangsung dalam tiga tahapan tes, yaitu tahap pertama berupa tes tertulis MCQ (Multiple Choice Questions) atau pilihan berganda, dengan total 30 soal (10 soal Biologi, 10 soal Kimia dan 10 soal Fisika) dalam waktu 3 jam, pada Minggu (4/12/2022). Tahap kedua berupa tes tertulis soal teori yang terdiri dari soal teori Biologi, Kimia dan Fisika dengan waktu 4 jam pada Selasa (6/12/2022). Tahap ketiga berupa tes eksperimen yang bersifat kelompok di mana para peserta dikelompokkan menjadi dua grup yaitu Indonesia 1 (Novin Raushan, Bagasmora Andreo Sibarani dan Afrand Mirza Herwinsyah) dan Indoneia 2 (Cindy Rotan, Muhammad Arya Razan, dan Gusti Komang Abhika Atmaja).
Baca juga: Pelajar SMP IPEKA IICS Raih Juara di World Scholars Cup 2022 di Yale University AS
Kedua grup mengerjakan 5 soal eksperimen dalam waktu 3 jam 10 menit pada Kamis (8/12/2022) yang meliputi: model elektronik dari neuron sensor pencium, mengukur resistivitas, viskositas dari fluida cerebrospinal, efek pH pada anthocyanins dan menentukan spesies kopi. Soal yang diujikan merupakan soal-soal yang sesuai dengan silabus IJSO dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Proses moderasi hasil pekerjaan siswa dilakukan pada Sabtu (10/12/2022) dan Tim Indonesia mendapat jadwal pada pukul 15.30-15.40 waktu setempat.
Pengumuman peraih medali sekaligus penutupan pelaksanaan IJSO 2022 dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2022. Turut mendampingi para siswa Indonesia di IJSO 2022 yaitu Budhy Kurniawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia; Iriawati dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB); dan Untung Triadhi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB)
(nnz)
Lihat Juga :