Bantu Guru Terdampak Gempa Cianjur, Kemenag Ingatkan Kurikulum Mitigasi Bencana
Kamis, 15 Desember 2022 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
"Semoga ke depan kita bisa memberikan semacam kurikulum mitigasi bencana agar anak-anak kita, guru-guru kita bisa mengantisipasi kejadian serupa," kata Muhammad Zain dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/12/2022).
Kendati tidak berpengalaman dalam mitigasi bencana, Muhammad Zain mengapresiasi langkah cepat Kantor Kemenag Cianjur dan PGM Indonesia dalam penanganan gempa Cianjur. Utamanya dalam pendataan korban terdampak dari kalangan siswa, guru, dan tenaga kependidikan madrasah.
"Alhamdulillah hari ini, asosiasi guru bergerak cepat secara bahu-membahu berkontribusi meringankan beban saudara kita yang terdampak. Hari ini dan besok kita mengadakan trauma healing kepada guru-guru dan tentu juga siswa agar mereka bisa bangkit kembali dan mereka bisa beraktifitas seperti semula," katanya.
Berdasarkan hasil pendataan Kantor Kemenag Cianjur, sebanyak 421 guru madrasah dan 158 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi korban terdampak gempa. Sementara dari kalangan siswa terkonfirmasi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka.
Hingga saat ini Kakemenag Cianjur terus melakukan pendataan dan validasi data yang masuk untuk memastikan donasi dan bantuan dari keluarga besar Kemenag tersalurkan dengan tepat sasaran.
Kendati tidak berpengalaman dalam mitigasi bencana, Muhammad Zain mengapresiasi langkah cepat Kantor Kemenag Cianjur dan PGM Indonesia dalam penanganan gempa Cianjur. Utamanya dalam pendataan korban terdampak dari kalangan siswa, guru, dan tenaga kependidikan madrasah.
"Alhamdulillah hari ini, asosiasi guru bergerak cepat secara bahu-membahu berkontribusi meringankan beban saudara kita yang terdampak. Hari ini dan besok kita mengadakan trauma healing kepada guru-guru dan tentu juga siswa agar mereka bisa bangkit kembali dan mereka bisa beraktifitas seperti semula," katanya.
Berdasarkan hasil pendataan Kantor Kemenag Cianjur, sebanyak 421 guru madrasah dan 158 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi korban terdampak gempa. Sementara dari kalangan siswa terkonfirmasi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka.
Hingga saat ini Kakemenag Cianjur terus melakukan pendataan dan validasi data yang masuk untuk memastikan donasi dan bantuan dari keluarga besar Kemenag tersalurkan dengan tepat sasaran.
(mpw)
Lihat Juga :