Inovasi Mahasiswa ITS, Bambu Jadi Bahan Bakar Pengganti Batubara di PLTU
Kamis, 22 Desember 2022 - 09:00 WIB
loading...
(dari kiri) Edwin Juanda Sirait, Mochammad Naufal Hakim, dan Muhammad Dzaky Kamal yang tergabung dalam tim Gryffindor dari Departemen Teknik Elektro IT. Foto/Humas ITS.
A
A
A
JAKARTA - Tim mahasiswa ITS mempunyai gagasan baru dalam mendukung Indonesia Net Zero Emission 2060. Inovasi mereka melibatkan potensi tanaman bambu sebagai bahan bakar pengganti batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Tim mahasiswa ITS ini terdiri dari Muhammad Dzaky Kamal, Edwin Juanda Sirait, dan Mochammad Naufal Hakim yang tergabung dalam tim Gryffindor. Gagasan mereka dituangkan dalam esai berjudul Potensi Tanaman Bambu sebagai Bahan Bakar Co-Firing dengan Teknologi Torefaksi menuju Indonesia Net Zero Emission 2060, limbah bambu yang banyak ditemukan di masyarakat diubah menjadi bahan bakar biomassa untuk PLTU.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Melanjutkan Profesi Polisi
Ketua Tim Gryffindor ITS Muhammad Dzaky Kamal mengungkapkan, diangkatnya inovasi tersebut berawal dari temuannya timnya, yakni bambu memiliki nilai kalor yang hampir sama dengan batu bara. Dengan temuan tersebut, tim Gryffindor memulai riset terkait penggunaan tanaman bambu sebagai bahan bakar Co-Firing pada PLTU.
Co-Firing sendiri merupakan suatu proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara untuk PLTU. Melalui penambahan biomassa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi akan adanya pemanfaatan energi baru terbarukan. “Selanjutnya, kami mencoba untuk inovasikan biomassa lain yang berasal dari sampah atau limbah,” ucap Dzaky, melalui siaran pers, Kamis (22/12/2022).
Tim mahasiswa ITS ini terdiri dari Muhammad Dzaky Kamal, Edwin Juanda Sirait, dan Mochammad Naufal Hakim yang tergabung dalam tim Gryffindor. Gagasan mereka dituangkan dalam esai berjudul Potensi Tanaman Bambu sebagai Bahan Bakar Co-Firing dengan Teknologi Torefaksi menuju Indonesia Net Zero Emission 2060, limbah bambu yang banyak ditemukan di masyarakat diubah menjadi bahan bakar biomassa untuk PLTU.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Melanjutkan Profesi Polisi
Ketua Tim Gryffindor ITS Muhammad Dzaky Kamal mengungkapkan, diangkatnya inovasi tersebut berawal dari temuannya timnya, yakni bambu memiliki nilai kalor yang hampir sama dengan batu bara. Dengan temuan tersebut, tim Gryffindor memulai riset terkait penggunaan tanaman bambu sebagai bahan bakar Co-Firing pada PLTU.
Co-Firing sendiri merupakan suatu proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara untuk PLTU. Melalui penambahan biomassa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi akan adanya pemanfaatan energi baru terbarukan. “Selanjutnya, kami mencoba untuk inovasikan biomassa lain yang berasal dari sampah atau limbah,” ucap Dzaky, melalui siaran pers, Kamis (22/12/2022).
Lihat Juga :