Kisah Wicak, Berprestasi sejak SD Mengantarnya Raih Beasiswa Unggulan Kuliah di IPB
Sabtu, 24 Desember 2022 - 16:46 WIB
loading...
A
A
A
Semangat berprestasi terus dibawa Wicak hingga kuliah. Penelitian terus ditekuninya hingga Wicak berhasil lolos sebagai finalis Pimnas sebanyak 2 kali dan memperoleh pendanaan 3 kali berturut-turut di ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Terdapat cerita menarik tersendiri dalam membulatkan tekad untuk mengikuti Pimnas. “Di masa awal kehidupan kampus, saya merasa bukan orang yang terlalu brilian dalam menangkap materi perkuliahan. Karena tidak bisa menjadi ‘si paling pintar’ di kelas, saya mencari hal lain yang dapat membuat diri saya dilihat orang, yakni mengikuti Pimnas,” ungkapnya.
Di setiap ajang Pimnas yang diikuti, ia tak pernah fokus untuk meraih medali, melainkan untuk meraih tujuan-tujuan kecil yang memiliki manfaat berkelanjutan. Di ajang Pimnas tahun 2020, Wicak mengikuti Pimnas karena ingin dapat lebih dekat dengan dosen dan merasakan atmosfer kompetisi di kampus. Wicak menjadi finalis Pimnas bidang Karsa Cipta (KC) tahun 2020 dengan judul penelitian “Sistem Pemantau Dini dan Penanganan Cepat Stres Panas pada Sapi”. Selain itu, ia juga memperoleh pendanaan PKM di bidang Riset Eksakta (RE) dengan judul penelitian “Cleanser Wajah dari Bonggol Pisang dan Biji Alpukat sebagai Anti Polusi Kebakaran Hutan”.
Kemudian, pada 2021, ia mengikuti PKM karena ingin memberikan program pengabdian kepada masyarakat, terjun langsung ke masyarakat dan melihat feedback positif dari warga desa atas program yang dijalankannya dan timnya. Di tahun ini, Wicak memperoleh pendanaan di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PM) dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Sarana Persembahyangan oleh Masyarakat Desa di Bali”.
Selanjutnya, di ajang Pimnas 2022, ia bertujuan mendampingi dan memberikan kesempatan bagi adik tingkatnya untuk berkompetisi dan memimpin tim. Dua penelitiannya lolos sebagai finalis dalam ajang ini yaitu berjudul “Smart Dummy Cow: Integrasi Sistem Koleksi, Analisis Kualitas, dan Pemisahan Jenis Kelamin Semen Sapi dalam Satu Langkah” dan “Perangkat Detektor Birahi Sapi Real Time Berbasis Kamera RGB dan Termal dengan Deep Learning Video Pose Estimation”. Perjuangan di tahun 2022 ini membawa Wicak meraih medali perunggu dan penelitiannya dapat digunakan sebagai tugas akhir skripsi.
Begitu banyak prestasi yang diraih mahasiswa semester 7 IPB University semasa kuliahnya, selain Pimnas, beberapa prestasi lainnya adalah First Winner of Paper Competition of The 3rd International Conference on Animal Science and Veterinary Medicine for Student (ICAVETS) 2022 held by Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya, 1st Winner kategori Essay Competition dalam International E-Learning Essay Competition (IEC) 2022 tingkat internasional oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, First Winner kategori Oral Presentation Competition dalam International E-Learning Essay Competition (IEC) 2022 tingkat internasional oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret, dan masih ada 26 prestasi lainnya baik sebagai peserta, finalis, dan pemenang.
Baginya, tujuan-tujuan kecil yang diperolehnya dari ajang Pimnas lebih penting dibandingkan dengan pencapaian dan prestasi yang sudah diraihnya. “Saya lebih senang atas tujuan-tujuan dan dampak-dampak kecil dari proses tersebut bagi saya dan orang lain. Saat side effect atau tujuan kecil sudah saya raih, biasanya saya akan nothing to lose saja dalam melanjutkan kompetisi,” tutur Wicak.
Di setiap ajang Pimnas yang diikuti, ia tak pernah fokus untuk meraih medali, melainkan untuk meraih tujuan-tujuan kecil yang memiliki manfaat berkelanjutan. Di ajang Pimnas tahun 2020, Wicak mengikuti Pimnas karena ingin dapat lebih dekat dengan dosen dan merasakan atmosfer kompetisi di kampus. Wicak menjadi finalis Pimnas bidang Karsa Cipta (KC) tahun 2020 dengan judul penelitian “Sistem Pemantau Dini dan Penanganan Cepat Stres Panas pada Sapi”. Selain itu, ia juga memperoleh pendanaan PKM di bidang Riset Eksakta (RE) dengan judul penelitian “Cleanser Wajah dari Bonggol Pisang dan Biji Alpukat sebagai Anti Polusi Kebakaran Hutan”.
Kemudian, pada 2021, ia mengikuti PKM karena ingin memberikan program pengabdian kepada masyarakat, terjun langsung ke masyarakat dan melihat feedback positif dari warga desa atas program yang dijalankannya dan timnya. Di tahun ini, Wicak memperoleh pendanaan di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PM) dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Sarana Persembahyangan oleh Masyarakat Desa di Bali”.
Selanjutnya, di ajang Pimnas 2022, ia bertujuan mendampingi dan memberikan kesempatan bagi adik tingkatnya untuk berkompetisi dan memimpin tim. Dua penelitiannya lolos sebagai finalis dalam ajang ini yaitu berjudul “Smart Dummy Cow: Integrasi Sistem Koleksi, Analisis Kualitas, dan Pemisahan Jenis Kelamin Semen Sapi dalam Satu Langkah” dan “Perangkat Detektor Birahi Sapi Real Time Berbasis Kamera RGB dan Termal dengan Deep Learning Video Pose Estimation”. Perjuangan di tahun 2022 ini membawa Wicak meraih medali perunggu dan penelitiannya dapat digunakan sebagai tugas akhir skripsi.
Begitu banyak prestasi yang diraih mahasiswa semester 7 IPB University semasa kuliahnya, selain Pimnas, beberapa prestasi lainnya adalah First Winner of Paper Competition of The 3rd International Conference on Animal Science and Veterinary Medicine for Student (ICAVETS) 2022 held by Faculty of Veterinary Medicine Universitas Brawijaya, 1st Winner kategori Essay Competition dalam International E-Learning Essay Competition (IEC) 2022 tingkat internasional oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, First Winner kategori Oral Presentation Competition dalam International E-Learning Essay Competition (IEC) 2022 tingkat internasional oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret, dan masih ada 26 prestasi lainnya baik sebagai peserta, finalis, dan pemenang.
Baginya, tujuan-tujuan kecil yang diperolehnya dari ajang Pimnas lebih penting dibandingkan dengan pencapaian dan prestasi yang sudah diraihnya. “Saya lebih senang atas tujuan-tujuan dan dampak-dampak kecil dari proses tersebut bagi saya dan orang lain. Saat side effect atau tujuan kecil sudah saya raih, biasanya saya akan nothing to lose saja dalam melanjutkan kompetisi,” tutur Wicak.
Lihat Juga :