Kisah Nadi Suprapto, Anak Petani Jadi Guru Besar Termuda Unesa
Rabu, 28 Desember 2022 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
“Target sekaligus tantangannya adalah membawa Unesa mencapai rekognisi internasional. Dalam dua tahun terakhir, Alhamdulillah ada peningkatan signifikan di Unesa. Awalnya tidak masuk di pemeringkatan dunia sampai bisa masuk dan berjejer dengan kampus lain di pemeringkatan internasional,” ucapnya.
Salah satu upayanya mengenalkan Unesa di mata dunia selain mengikuti pemeringkatan, juga menjadi host dan meluncurkan tiga pemeringkatan yaitu Unesa-Dimetric dalam bidang disabilitas, Unesa-Sporttric dalam bidang olahraga dan Unesa-Artric dalam bidang seni dan budaya. Yang pertama diluncurkan pada 15 Agustus 2022 dan sudah diumumkan hasilnya pada 9 Desember 2022 lalu. Dua terakhir diumumkan kemarin saat pengukuhan guru besar tersebut.
“Tentu ini bukan tugas kami saja di bagian pemeringkatan, tetapi tugas dan komitmen seluruh jajaran yang ada di Unesa. Bagi saya tidak ada yang tidak mungkin. Semua bisa dicapai lewat kerja sama, kerja keras, ikhlas dan kerja cerdas. Yang penting konsisten dan komitmen sesuai taglinenya satu langkah di depan,” tutupnya.
Salah satu upayanya mengenalkan Unesa di mata dunia selain mengikuti pemeringkatan, juga menjadi host dan meluncurkan tiga pemeringkatan yaitu Unesa-Dimetric dalam bidang disabilitas, Unesa-Sporttric dalam bidang olahraga dan Unesa-Artric dalam bidang seni dan budaya. Yang pertama diluncurkan pada 15 Agustus 2022 dan sudah diumumkan hasilnya pada 9 Desember 2022 lalu. Dua terakhir diumumkan kemarin saat pengukuhan guru besar tersebut.
“Tentu ini bukan tugas kami saja di bagian pemeringkatan, tetapi tugas dan komitmen seluruh jajaran yang ada di Unesa. Bagi saya tidak ada yang tidak mungkin. Semua bisa dicapai lewat kerja sama, kerja keras, ikhlas dan kerja cerdas. Yang penting konsisten dan komitmen sesuai taglinenya satu langkah di depan,” tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :