UT-KRI Tawau Perkuat Akses Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa di Malaysia
Jum'at, 30 Desember 2022 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan mandat ketiga, lanjut Ojat, UT didirikan pada 1984 lalu untuk meningkatkan daya tampung di perguruan tinggi negeri (PTN). Saat itu, katanya, jumlah PTN baru ada 44 kampus yang belum bisa menampung lulusan SMA dan sederajat yang makin banyak.
"UT didirikan agar sebanyak apapun lulusan SMA yang tidak tertampung di PTN pada seleksi masuk PTN dapat ke UT tanpa melalui tes akademik asalkan mempunyai ijazah SMA, SMK, ataupun Paket C dan lainnya," imbuhnya.
Dia menjelaskan, dengan ketiga mandat tersebut saat ini jumlah mahasiswa UT yang aktif mencapai 420 ribu orang. Tidak hanya mahasiswa yang berada di dalam negeri, katanya, namun mahasiswa UT dari luar negeri.
Baca juga: 8 Keuntungan Bekerja di Perusahaan Startup bagi Fresh Graduate, Tertarik?
Menurutnya, mahasiswa UT di luar negeri paling banyak tersebar di tujuh negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi dan selebihnya ada di 40-50 negara.
"Berkat dukungan dari Kemenlu bersama KBRI kita bisa memberikan layanan pendidikan tinggi bagi saudara kita yang bekerja di luar negeri. Semoga komitmen dan dukungan yang diberikan Kemenlu berserta para duta besar dan Konjen RI akan bermanfaat besar untuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di luar negeri," ujarnya.
"UT didirikan agar sebanyak apapun lulusan SMA yang tidak tertampung di PTN pada seleksi masuk PTN dapat ke UT tanpa melalui tes akademik asalkan mempunyai ijazah SMA, SMK, ataupun Paket C dan lainnya," imbuhnya.
Dia menjelaskan, dengan ketiga mandat tersebut saat ini jumlah mahasiswa UT yang aktif mencapai 420 ribu orang. Tidak hanya mahasiswa yang berada di dalam negeri, katanya, namun mahasiswa UT dari luar negeri.
Baca juga: 8 Keuntungan Bekerja di Perusahaan Startup bagi Fresh Graduate, Tertarik?
Menurutnya, mahasiswa UT di luar negeri paling banyak tersebar di tujuh negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi dan selebihnya ada di 40-50 negara.
"Berkat dukungan dari Kemenlu bersama KBRI kita bisa memberikan layanan pendidikan tinggi bagi saudara kita yang bekerja di luar negeri. Semoga komitmen dan dukungan yang diberikan Kemenlu berserta para duta besar dan Konjen RI akan bermanfaat besar untuk pemerataan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di luar negeri," ujarnya.
Lihat Juga :