Mahasiswa Vokasi UI: Belajar Sambil Menyuguhkan Budaya Indonesia di Inggris
Jum'at, 30 Desember 2022 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Walaupun berbeda dengan materi kuliah di program studi asal, Aliscya mengungkapkan bahwa materi perkuliahan tetap bisa diikuti dengan baik, karena sistem pembelajaran di Inggris sangat interaktif. Metode kelas seperti ini memudahkan mahasiswa mengerti dasar dan aplikasi praktisnya.
“Coventry University menerapkan sistem kelas lecture di mana mahasiswa mendengarkan penjelasan mengenai materi di minggu tersebut dan setelahnya mereka dibagi menjadi beberapa kelas kecil untuk berdiskusi dan mengerjakan studi kasus dari sebuah materi; kelas ini dikenal dengan sebutan seminar,” ujar Aliscya.
Tidak hanya perkuliahan formal, IISMAVO awardees Vokasi UI juga berkesempatan untuk menelisik sejumlah perusahaan top di Inggris, seperti Morgan Motor Company, Brompton Bicycle, Mini Cooper, Jaguar Land Rover, JCB Company, Bloomberg, dan Manchester City Football Club, dalam rangkaian the Pride of Britain tours.
Melalui tour tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengerti lebih dalam mengenai keunggulan kompetitif suatu perusahaan dan leadership style yang diterapkan. Dengan melihat langsung etos kerja yang dimiliki tiap perusahaan, mahasiswa dibekali dengan berbagai tips untuk mengembangkan profesionalisme, dan didukung oleh disiplin yang tinggi.
Vanessa berpendapat bahwa kunjungan ke perusahaan-perusahaan tersebut sangat membantu untuk memahami industri secara lebih komprehensif. Pemahaman industri menjadi kunci penting bagi mahasiswa Vokasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.
“The Pride of Britain tour berpotensi besar sebagai kegiatan wisata yang dapat dikembangkan di Indonesia,” tutur Vanessa menanggapi insight apa yang bisa didapat sebagai mahasiswa pariwisata.
Selama di Coventry, ketiga mahasiswa UI tersebut juga aktif mengikuti Global Leaders Programme (GLP), sebuah wadah bagi mereka untuk menjalin relasi dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara sembari mengasah soft-skills, seperti leadership skills, intercultural communications, self development dan project management.
Sebagai mahasiswa Indonesia yang mengikuti kegiatan mobilitas di luar negeri, Amanda merasakan betapa pentingnya penguatan jejaring internasional.
“Coventry University menerapkan sistem kelas lecture di mana mahasiswa mendengarkan penjelasan mengenai materi di minggu tersebut dan setelahnya mereka dibagi menjadi beberapa kelas kecil untuk berdiskusi dan mengerjakan studi kasus dari sebuah materi; kelas ini dikenal dengan sebutan seminar,” ujar Aliscya.
Tidak hanya perkuliahan formal, IISMAVO awardees Vokasi UI juga berkesempatan untuk menelisik sejumlah perusahaan top di Inggris, seperti Morgan Motor Company, Brompton Bicycle, Mini Cooper, Jaguar Land Rover, JCB Company, Bloomberg, dan Manchester City Football Club, dalam rangkaian the Pride of Britain tours.
Melalui tour tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengerti lebih dalam mengenai keunggulan kompetitif suatu perusahaan dan leadership style yang diterapkan. Dengan melihat langsung etos kerja yang dimiliki tiap perusahaan, mahasiswa dibekali dengan berbagai tips untuk mengembangkan profesionalisme, dan didukung oleh disiplin yang tinggi.
Vanessa berpendapat bahwa kunjungan ke perusahaan-perusahaan tersebut sangat membantu untuk memahami industri secara lebih komprehensif. Pemahaman industri menjadi kunci penting bagi mahasiswa Vokasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia kerja.
“The Pride of Britain tour berpotensi besar sebagai kegiatan wisata yang dapat dikembangkan di Indonesia,” tutur Vanessa menanggapi insight apa yang bisa didapat sebagai mahasiswa pariwisata.
Selama di Coventry, ketiga mahasiswa UI tersebut juga aktif mengikuti Global Leaders Programme (GLP), sebuah wadah bagi mereka untuk menjalin relasi dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara sembari mengasah soft-skills, seperti leadership skills, intercultural communications, self development dan project management.
Sebagai mahasiswa Indonesia yang mengikuti kegiatan mobilitas di luar negeri, Amanda merasakan betapa pentingnya penguatan jejaring internasional.
Lihat Juga :