Cegah Kanker Payudara, IWK Fasilkom UI dan RSUI Ajak Perempuan Indonesia Lakukan Ini
Rabu, 04 Januari 2023 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 5 Sekolah Kedinasan Tanpa Tes Fisik dan Paling Diminati Calon Mahasiswa, Lulus Otomatis PNS
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pentingnya pencegahan sejak dini kanker payudara,” ujar Dyah Prawitasari dalam keterangan pers, Rabu (4/1/2023).
Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, mengatakan, bertepatan dengan peringatan hari Ibu atau lebih tepatnya Hari Perempuan Indonesia, dirinya berharap peran yang dimiliki ibu-ibu atau bagi calon ibu mampu memberikan edukasi dan penyadaran dini bahaya terkait kanker payudara.
"Saya harap perempuan Indonesia lebih sehat dan lebih maju dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita sehari-hari,” kata Dekan Mursanto.
Mengacu data Kementerian Kesehatan, deteksi dini kanker payudara amatlah penting. Salah seorang narasumber dalam seminar tersebut, Dokter RSUI, dr. Aris Ramdhani, Sp.B., mengatakan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker.
Ia mengatakan hal tersebut disebabkan karena sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat sudah pada stadium lanjut. “Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker bisa dikalahkan. Rutin melakukan Sadari dapat membantu melindungi diri dari kanker payudara. Early detection saves lives,” kata dr. Aris.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pentingnya pencegahan sejak dini kanker payudara,” ujar Dyah Prawitasari dalam keterangan pers, Rabu (4/1/2023).
Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, mengatakan, bertepatan dengan peringatan hari Ibu atau lebih tepatnya Hari Perempuan Indonesia, dirinya berharap peran yang dimiliki ibu-ibu atau bagi calon ibu mampu memberikan edukasi dan penyadaran dini bahaya terkait kanker payudara.
"Saya harap perempuan Indonesia lebih sehat dan lebih maju dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita sehari-hari,” kata Dekan Mursanto.
Mengacu data Kementerian Kesehatan, deteksi dini kanker payudara amatlah penting. Salah seorang narasumber dalam seminar tersebut, Dokter RSUI, dr. Aris Ramdhani, Sp.B., mengatakan bahwa kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak, dan menjadi salah satu penyebab kematian utama akibat kanker.
Ia mengatakan hal tersebut disebabkan karena sebagian besar pasien kanker payudara datang berobat sudah pada stadium lanjut. “Padahal, jika terdeteksi dini dan segera diterapi, sebetulnya kanker bisa dikalahkan. Rutin melakukan Sadari dapat membantu melindungi diri dari kanker payudara. Early detection saves lives,” kata dr. Aris.
Lihat Juga :