Perkokoh Tradisi Akademik, UIN Jakarta Tambah 5 Guru Besar Baru
Kamis, 05 Januari 2023 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Didin, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris, diangkat menjadi Guru Besar bidang ilmu Pendidikan Bahasa Inggris dengan angka kredit 1.236,50 dari sebelumnya Lektor Kepala 707.
Pengangkatan guru besarnya dituangkan dalam SK Mendikbudristek Nomor 74139 Tahun 2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 20 Desember 2022.
Dzuriyatun Toyibah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini diangkat menjadi Guru Besar ilmu Sosiologi dengan angka kredit 851 dari Lektor Kepala 405.
Pengangkatannya dituangkan dalam SK Mendikbudristek Nomor 64526 tahun 2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional yang ditandatangani Mendikbudristek pada 17 Oktober 2022.
Sejumlah guru besar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung mereka meraih pangkat akademik tertinggi. Mereka berharap kenaikan pangkat akademik ini makin memotivasi mereka dalam mendorong kemajuan tradisi akademik di UIN Jakarta.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua, keluarga, pimpinan, kolega dan seluruh civitas akademika atas dukungan dan doa yang diberikan sehingga raihan jabatan akademik tertinggi ini bisa tercapai,” ujar Didin.
Sekilas Profil
Diketahui, Asrorun merupakan dosen pada Prodi Perbandingan Mazhab FSH UIN Jakarta yang mengampu sejumlah mata kuliah. Di antaranya Penerapan Ushulu Fiqh Fi al-Muamalah al-Maliyah, Issues in Contemporary Usul al-Fiqh, HAM dan Perlindungan Anak, Metode Analisis Fatwa, Masail Fiqhiyyah, dan Filsafat Hukum Islam.
Lulusan Program MAPK Jember ini menempuh pendidikan sarjana hingga doktornya di UIN Jakarta. Selain menjadi dosen, ia juga aktif sebagai pejabat publik seperti Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.
Dalam organisasi keagamaan, ia dipercaya menjadi Katib Suriyah PB Nahdlatul Ulama dua periode, yaitu masa khidmat 2015-2021 dan masa khidmat 2021-2026. Ia juga dipercaya menjadi salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2020-2025.
Di sela kesibukannya, Asrorun produktif menulis artikel jurnal, buku, dan kolom di berbagai media. Beberapa bukunya yaitu Fikih Anak, Sadd al-Dzari’ah, Fikih Haji, Fatwa-Fatwa Masalah Pernikahan dan Keluarga, Fatwa dalam Sistem hukum Islam.
Adapun Bambang, merupakan dosen Prodi Ilmu Tasawuf di Fakultas Ushuluddin. Doktor Kajian Islam bidang Ilmu Tasawuf dari Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta ini memiliki perhatian terhadap hubungan antara agama dan perlindungan lingkungan dari perspektif sufistik dengan banyak melakukan riset dan publikasi area tersebut.
Dalam publikasinya di Jurnal Religia (2022) berjudul Green Sufism Argument as Environmental Ethics: Philosophical Analysis, Bambang memosisikan model pendekatan sufisme hijau dalam praktek pemeliharaan lingkungan.
Pengangkatan guru besarnya dituangkan dalam SK Mendikbudristek Nomor 74139 Tahun 2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen tanggal 20 Desember 2022.
Dzuriyatun Toyibah, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini diangkat menjadi Guru Besar ilmu Sosiologi dengan angka kredit 851 dari Lektor Kepala 405.
Pengangkatannya dituangkan dalam SK Mendikbudristek Nomor 64526 tahun 2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional yang ditandatangani Mendikbudristek pada 17 Oktober 2022.
Sejumlah guru besar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung mereka meraih pangkat akademik tertinggi. Mereka berharap kenaikan pangkat akademik ini makin memotivasi mereka dalam mendorong kemajuan tradisi akademik di UIN Jakarta.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua, keluarga, pimpinan, kolega dan seluruh civitas akademika atas dukungan dan doa yang diberikan sehingga raihan jabatan akademik tertinggi ini bisa tercapai,” ujar Didin.
Sekilas Profil
Diketahui, Asrorun merupakan dosen pada Prodi Perbandingan Mazhab FSH UIN Jakarta yang mengampu sejumlah mata kuliah. Di antaranya Penerapan Ushulu Fiqh Fi al-Muamalah al-Maliyah, Issues in Contemporary Usul al-Fiqh, HAM dan Perlindungan Anak, Metode Analisis Fatwa, Masail Fiqhiyyah, dan Filsafat Hukum Islam.
Lulusan Program MAPK Jember ini menempuh pendidikan sarjana hingga doktornya di UIN Jakarta. Selain menjadi dosen, ia juga aktif sebagai pejabat publik seperti Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2014-2017, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI.
Dalam organisasi keagamaan, ia dipercaya menjadi Katib Suriyah PB Nahdlatul Ulama dua periode, yaitu masa khidmat 2015-2021 dan masa khidmat 2021-2026. Ia juga dipercaya menjadi salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2020-2025.
Di sela kesibukannya, Asrorun produktif menulis artikel jurnal, buku, dan kolom di berbagai media. Beberapa bukunya yaitu Fikih Anak, Sadd al-Dzari’ah, Fikih Haji, Fatwa-Fatwa Masalah Pernikahan dan Keluarga, Fatwa dalam Sistem hukum Islam.
Adapun Bambang, merupakan dosen Prodi Ilmu Tasawuf di Fakultas Ushuluddin. Doktor Kajian Islam bidang Ilmu Tasawuf dari Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta ini memiliki perhatian terhadap hubungan antara agama dan perlindungan lingkungan dari perspektif sufistik dengan banyak melakukan riset dan publikasi area tersebut.
Dalam publikasinya di Jurnal Religia (2022) berjudul Green Sufism Argument as Environmental Ethics: Philosophical Analysis, Bambang memosisikan model pendekatan sufisme hijau dalam praktek pemeliharaan lingkungan.
Lihat Juga :