Beri Analisis Situasi Isu Resesi 2023, Mahasiswa UPH Raih Prestasi di PNMHII
Senin, 09 Januari 2023 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam karya tulisan ilmiahnya, inflasi global tahun 2022 diprediksi akan meningkat hingga 8,8% dan 6,5% pada 2023. Berkaitan dengan ini, International Monetary Fund (IMF) melihat tiga peristiwa besar yang menghambat pertumbuhan ekonomi saat ini, yaitu invasi Rusia ke Ukraina, krisis biaya hidup, dan perlambatan ekonomi Tiongkok.
Lebih lanjut, Hanna menjelaskan bahwa mereka berhasil menganalisis dan menyimpulkan bahwa resesi 2023 diprediksikan tidak akan separah resesi yang terjadi sebelumnya. Hal ini diperkuat melalui analisis tentang krisis serupa yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Terdapat pola sederhana yang dapat diamati dari resesi tahun sebelumnya, yaitu adanya hiperinflasi. Faktor lainnya adalah adanya pemberontakan dan ketegangan geopolitik yang berkontribusi pada kondisi saat ini, sehingga masalah bercampur aduk menjadi satu dan sulit untuk dipisahkan. Kesimpulannya, setiap negara pada akhirnya akan menemukan cara mereka sendiri untuk bertahan hidup dengan menyeimbangkan satu sama lain, baik melalui perdagangan ataupun peluang lain (kesehatan, politik, ekonomi),” jelas Hanna.
Gloria dan Hanna mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa dan tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama tim dan dukungan dari para dosen dan sesama mahasiswa UPH.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk membawa nama UPH di ajang kompetisi nasional ini. Dukungan yang diberikan para dosen UPH dalam bertukar pikiran serta materi perkuliahan yang relevan, yaitu Ekonomi Politik Internasional dan Teori Hubungan Internasional telah mengantar kami mencapai keberhasilan dalam menyusun karya tulisan ilmiah ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hanna menjelaskan bahwa mereka berhasil menganalisis dan menyimpulkan bahwa resesi 2023 diprediksikan tidak akan separah resesi yang terjadi sebelumnya. Hal ini diperkuat melalui analisis tentang krisis serupa yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Terdapat pola sederhana yang dapat diamati dari resesi tahun sebelumnya, yaitu adanya hiperinflasi. Faktor lainnya adalah adanya pemberontakan dan ketegangan geopolitik yang berkontribusi pada kondisi saat ini, sehingga masalah bercampur aduk menjadi satu dan sulit untuk dipisahkan. Kesimpulannya, setiap negara pada akhirnya akan menemukan cara mereka sendiri untuk bertahan hidup dengan menyeimbangkan satu sama lain, baik melalui perdagangan ataupun peluang lain (kesehatan, politik, ekonomi),” jelas Hanna.
Gloria dan Hanna mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa dan tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama tim dan dukungan dari para dosen dan sesama mahasiswa UPH.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk membawa nama UPH di ajang kompetisi nasional ini. Dukungan yang diberikan para dosen UPH dalam bertukar pikiran serta materi perkuliahan yang relevan, yaitu Ekonomi Politik Internasional dan Teori Hubungan Internasional telah mengantar kami mencapai keberhasilan dalam menyusun karya tulisan ilmiah ini,” tuturnya.
Lihat Juga :