Pentingnya Tangani Pasien secara Holistik, dr. Rozi Gali Ilmu di Psikologi Kelas Karyawan UPH
Rabu, 11 Januari 2023 - 09:19 WIB
loading...
Ahmad Fachrurrozi, atau yang akrab disapa dr. Rozi merupakan seorang dokter spesialis anak yang saat ini berpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah H. Damanhuri di Barabai, Kalimantan Selatan.
A
A
A
JAKARTA - Ahmad Fachrurrozi, atau yang akrab disapa dr. Rozi merupakan seorang dokter spesialis anak yang saat ini berpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah H. Damanhuri di Barabai, Kalimantan Selatan. Kecintaannya pada profesi Dokter Spesialis Anak bermula sejak ia masih kecil.
Ketika itu ia sering sakit dan ditangani oleh seorang dokter yang sangat baik. Sejak itu, ia menjadikan dokter tersebut panutannya dan bertekad ingin menjadi seperti beliau ketika dewasa. Hal ini memotivasinya untuk belajar dengan rajin agar dapat menjadi dokter.
Setelah berhasil mencapai cita-citanya sebagai seorang dokter spesialis anak, dr. Rozi tidak kemudian berpuas diri. Ketertarikannya untuk mempelajari seluk beluk manusia, terutama anak-anak terus bertumbuh dan mendorongnya untuk mempelajari ilmu psikologi. Baginya, seorang anak tidak cukup apabila hanya ditinjau dari aspek kesehatan fisik saja, namun juga perlu mempertimbangkan aspek mental atau psikisnya.
“Sebagai seorang dokter spesialis anak, saya menyadari pentingnya menangani pasien secara utuh (holistik). Selain aspek kesehatan jasmani, aspek psikologis juga penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini mendorong saya untuk mengambil program S1 Psikologi Kelas Karyawan (KK) di Universitas Pelita Harapan (UPH),” ujar dr. Rozi.
Dokter spesialis anak yang juga tengah mengambil kuliah S2 Psikologi Perkembangan ini mengaku bahwa Program S1 Psikologi KK UPH memberikan beragam manfaat yang tidak ditemukan di tempat lain, yaitu kurikulum yang berkualitas dan disampaikan metode blended learning, fleksibilitas dalam kegiatan perkuliahan, dan dukungan penuh dari tim UPH yang memungkinkannya untuk menjalani studi sambil berkarya sebagai Dokter Spesialis Anak.
“Sebelum memutuskan untuk berkuliah di UPH, saya mencari informasi tentang universitas-universitas yang membuka program Kelas Karyawan. Namun setelah saya mempertimbangkan dengan seksama, pilihan saya jatuh pada UPH karena paling cocok dari segi biaya, jadwal perkuliahan, dan tim UPH yang siap untuk mengakomodasi para karyawan yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Saya merasa bahwa pilihan saya sangat tepat,” tuturnya.
Pengaturan waktu merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dr. Rozi. Ia mengaku harus membuat prioritas agar dapat menyeimbangkan perannya, baik sebagai dokter yang merawat pasien, mahasiswa, maupun anggota keluarga. Selain itu, disela-sela kesibukannya ia juga menyempatkan diri untuk berbagi konten mengenai kesehatan anak melalui akun Instagram @Ozynisme. Dalam menjalani berbagai peran tersebut, ia mengaku mendapat banyak bantuan dari tim UPH yang selalu akomodatif.
Ketika itu ia sering sakit dan ditangani oleh seorang dokter yang sangat baik. Sejak itu, ia menjadikan dokter tersebut panutannya dan bertekad ingin menjadi seperti beliau ketika dewasa. Hal ini memotivasinya untuk belajar dengan rajin agar dapat menjadi dokter.
Setelah berhasil mencapai cita-citanya sebagai seorang dokter spesialis anak, dr. Rozi tidak kemudian berpuas diri. Ketertarikannya untuk mempelajari seluk beluk manusia, terutama anak-anak terus bertumbuh dan mendorongnya untuk mempelajari ilmu psikologi. Baginya, seorang anak tidak cukup apabila hanya ditinjau dari aspek kesehatan fisik saja, namun juga perlu mempertimbangkan aspek mental atau psikisnya.
“Sebagai seorang dokter spesialis anak, saya menyadari pentingnya menangani pasien secara utuh (holistik). Selain aspek kesehatan jasmani, aspek psikologis juga penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini mendorong saya untuk mengambil program S1 Psikologi Kelas Karyawan (KK) di Universitas Pelita Harapan (UPH),” ujar dr. Rozi.
Dokter spesialis anak yang juga tengah mengambil kuliah S2 Psikologi Perkembangan ini mengaku bahwa Program S1 Psikologi KK UPH memberikan beragam manfaat yang tidak ditemukan di tempat lain, yaitu kurikulum yang berkualitas dan disampaikan metode blended learning, fleksibilitas dalam kegiatan perkuliahan, dan dukungan penuh dari tim UPH yang memungkinkannya untuk menjalani studi sambil berkarya sebagai Dokter Spesialis Anak.
“Sebelum memutuskan untuk berkuliah di UPH, saya mencari informasi tentang universitas-universitas yang membuka program Kelas Karyawan. Namun setelah saya mempertimbangkan dengan seksama, pilihan saya jatuh pada UPH karena paling cocok dari segi biaya, jadwal perkuliahan, dan tim UPH yang siap untuk mengakomodasi para karyawan yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Saya merasa bahwa pilihan saya sangat tepat,” tuturnya.
Pengaturan waktu merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dr. Rozi. Ia mengaku harus membuat prioritas agar dapat menyeimbangkan perannya, baik sebagai dokter yang merawat pasien, mahasiswa, maupun anggota keluarga. Selain itu, disela-sela kesibukannya ia juga menyempatkan diri untuk berbagi konten mengenai kesehatan anak melalui akun Instagram @Ozynisme. Dalam menjalani berbagai peran tersebut, ia mengaku mendapat banyak bantuan dari tim UPH yang selalu akomodatif.
Lihat Juga :