DPR Nilai Kemendikbud Tak Serius Wujudkan Wajar 12 Tahun

Minggu, 21 Juni 2015 - 17:34 WIB
DPR Nilai Kemendikbud...
DPR Nilai Kemendikbud Tak Serius Wujudkan Wajar 12 Tahun
A A A
JAKARTA - Komisi X DPR menganggap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak serius mewujudkan Wajib Belajar 12 Tahun. Belum ada program jelas untuk merealisasikannya.

Wakil Ketua Komisi X DPR Sohibul Iman menjelaskan, dalam rapat terakhir dengan Kemendikbud beberapa waktu lalu Wajar 12 Tahun memang masih diagendakan pemerintah. Namun, Komisi X menganggap Kemendikbud tidak serius untuk mewujudkannya.

Hal ini terlihat dari belum ada blueprint Wajar 12 Tahun yang dibuat secara detail oleh Kemendikbud. Dia mengungkapkan, Komisi X kaget pemerintah menginginkan Wajar 12 Tahun tanpa kelihatan permintaan anggaran.

"Apa program untuk menjalankan Wajar 12 Tahun saja belum jelas. Kami minta dulu blueprint dari Kemendikbud jika ingin meminta kenaikan anggaran untuk Wajar 12 Tahun itu," katanya di Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).

Sohibul menjelaskan, permintaan dari Komisi X sangat sederhana yakni agenda Wajar 12 Tahun itu tercermin dari program dan anggaran yang jelas. Menurut dia, anggaran yang diusulkan Kemendikbud untuk Wajar 12 Tahun sangat kecil sehingga dipandang keinginan pemerintah tidak tercermin dari usulan anggaran itu.

Komisi X juga mengusulkan agar pemerintah membuat kebijakan anggaran Wajar 12 Tahun yang langsung dicerminkan dengan program-programnya. Roadmap seperti itu, terangnya, yang ditunggu legislatif jika pemerintah ingin mendapat dukungan Komisi agar Wajar 12 Tahun berjalan lancar.

Politikus PKS ini menjelaskan, spirit dalam peraturan perundangan wajib belajar itu sebetulnya ada di jenjang pendidikan dasar yakni SD dan SMP. Namun, jika pemerintah ingin siswa bisa belajar hingga SMA maka akan lebih baik lagi untuk perluasan akses pendidikan.

Oleh karena itu, dengan penggabungan Ditjen Pendidikan Dasar dan Ditjen Pendidikan Menengah menjadi Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) maka Wajar 12 Tahun harus lebih diseriusi Kemendikbud.

"Bukan hanya penggabungan Dikdasmen saja tetapi tercermin dari program dan anggaran," terangnya.

PILIHAN:
PGRI: Jangan Dijadikan Ajang Pencitraan Penguasa

Pendidikan Indonesia Jauh Tertinggal dari Malaysia
(kri)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Mau Jadi Guru atau Pendidik?...
Mau Jadi Guru atau Pendidik? Mesti Tahu dulu Jurusan-Jurusan Pendidikan Ini
Berita Terkini
28 Perguruan Tinggi...
28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
14 jam yang lalu
Rangkaian Kegiatan MPLS...
Rangkaian Kegiatan MPLS SD, SMP, dan SMA/SMK 2026, Orang Tua Wajib Tahu!
16 jam yang lalu
Iskandar Zulkarnain...
Iskandar Zulkarnain Tawarkan Model Hukum Baru Hubungan Kerja Dokter-Rumah Sakit yang Adaptif
1 hari yang lalu
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
1 hari yang lalu
18 Sekolah Ikut Kejuaraan...
18 Sekolah Ikut Kejuaraan Fun Atletik ABK 2026, Dorong Olahraga Inklusif di Indonesia
1 hari yang lalu
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
1 hari yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved