Lulusan UI Lolos jadi Lawyer Internasional

Minggu, 08 November 2015 - 05:31 WIB
Lulusan UI Lolos jadi...
Lulusan UI Lolos jadi Lawyer Internasional
A A A
JAKARTA - Satu lagi anak bangsa Indonesia menorehkan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia.

Prestasi di bidang hukum ini telah menempatkan Wincen Adiputra Santoso sebagai satu dari sedikit orang Indonesia yang berhasil menjadi lawyer internasional.

Keberhasilan ini diraih Wincen setelah lulus dalam ujian advokat/pengacara di negara bagian New York, Amerika Serikat pada 28-29 Juli 2015.

Kelulusannya dikukuhkan dalam surat dari New York State Board of Law Examiners. Sebelum mengambil ujian advokat di negara bagian New York, Wincen merupakan salah satu lulusan terbaik dari University of Southern California dan Universitas Indonesia.

“Sebagai alumni the International Law Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia, prestasi Wincen ini sangat membanggakan, baik bagi International Law Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia maupun bagi Indonesia. Semoga prestasi yang ditorehkan Wincen ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Greita Anggraeni, Ketua the International Law Moot Court Society Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Greita dan masyarakat lainnya khususnya di bidang hukum memang layak bangga. Pasalnya, memang tidak mudah menempuh ujian menjadi advokat/pengacara di negara bagian New York tersebut.

Selain tingkat kesulitan yang sangat tinggi, banyaknya materi juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta ujian, khususnya mereka yang ingin menjadi lawyer internasional.

Fakta ini yang membuat tingkat kelulusan ujian advokat di Negara bagian New York tahun 2015 merupakan yang terendah sepanjang 35 tahun terakhir. Hal ini sebagaimana dilansir dari Wall Street Journal edisi 27 Oktober 2015.

Intinya yang diujikan terkait dengan hukum Inggris karena dasar hukum Amerika adalah hukum Inggris. Ini dikenal dengan istilah sistem Anglo-Saxon. Sedangkan Indonesia berkiblat pada sistem hukum Eropa-Continental.

“Sistem yang berbeda, yang mesti saya pahami dan kuasai dalam waktu singkat. Belum lagi hukum federal atau hukum yang berlaku di negara Amerika Serikat dan hukum New York, apalagi masing-masing negara bagian memiliki hukum sendiri-sendiri,” tuturnya.

Tak hanya itu, tingkat kesulitan lainnya ketika dia harus berkompetisi dengan sekitar 10.000 peserta ujian dari berbagai negara, dimana peserta ujian didominasi mahasiswa Amerika yang memiliki waktu persiapan mengikuti ujian lebih panjang, yakni 3 tahun.

Bagi Wincen, aura kompetisi internasional ini sudah biasa dilakoni. Pria berusia 28 tahun ini, pernah mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi peradilan semu internasional atau International Law Moot Court Competition, baik di Jepang, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Prestasi yang diraih pun cukup mentereng. Suasana kompetisi ini pula yang memicu Wincen mengikuti ujian untuk menjadi lawyer internasional. Dengan demikian, Wincen pun bisa menangani kasus di luar Indonesia, khususnya di Amerika Serikat.

“Sekarang ini hukum sudah lintas batas. Kita tidak bisa hanya tahu sistem hukum di Indonesia saja, tapi kita mesti pahami dan kuasai hukum di luar Indonesia,” ujarnya.

Wincen menyampaikan bahwa keberhasilan yang dia capai pada prinsipnya adalah kesempatan bagi dirinya untuk memahami lebih dalam transaksi bisnis internasional maupun penanganan-penanganan kasus-kasus di luar negeri yang dapat membuka wawasannya mengenai sistem dan praktik hukum asing, dalam hal ini Amerika Serikat.

Dia menyatakan dalam era globalisasi di mana sektor finansial dan bisnis semakin terhubung antara satu negara dengan lainnya, Wincen beraspirasi untuk menjadi advokat yang tidak hanya memiliki wawasan tetapi juga pengalaman dalam menangani kasus-kasus multi yurisdiksi di negara lain seperti New York, Amerika Serikat yang merupakan salah satu pusat keuangan dunia.

Menariknya, meskipun sudah melalang buana, Wincen tetap aktif dalam berkontribusi seperti kegiatannya beberapa waktu lalu ke pedalaman di Nusa Tenggara Timur di mana Wincen memberikan motivasi bagi pelajar-pelajar sekolah menengah pertama dan sekolah menengah ke atas untuk terus berprestasi.
(sms)
Berita Terkait
Penting Disimak! Tips...
Penting Disimak! Tips agar Bisa Lolos Beasiswa Luar Negeri
3 Beasiswa S1 hingga...
3 Beasiswa S1 hingga S3 Bidang Seni Kampus Luar Negeri yang Bisa Dicoba
Lakpesdam PBNU Buka...
Lakpesdam PBNU Buka Program NU Scholarship hingga 10 September 2023, Cek Syaratnya
INAYES Luncurkan Program...
INAYES Luncurkan Program Beasiswa Persiapan Pendidikan ke Luar Negeri
46 Kampus Unggulan Taiwan...
46 Kampus Unggulan Taiwan Meriahkan Pameran Pendidikan Tinggi di Jakarta
4 Jenis Beasiswa Luar...
4 Jenis Beasiswa Luar Negeri yang Jarang Dilirik Padahal Bertabur Fasilitas, Berani Daftar?
Berita Terkini
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
11 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
1 jam yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
14 jam yang lalu
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
15 jam yang lalu
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
16 jam yang lalu
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
17 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved