37 Ribu Peserta Simak Berebut Tiket Masuk UI

Minggu, 05 Juni 2016 - 15:29 WIB
37 Ribu Peserta Simak...
37 Ribu Peserta Simak Berebut Tiket Masuk UI
A A A
DEPOK - Peminat Seleksi Masuk Universitas Indonesia (Simak UI) mencapai 37.456 peserta se Indonesia dari tingkat D3 hingga S3. Simak UI serentak digelar di 22 kota di Indonesia pada 5 Juni 2016, pukul 7.00-14.30 WIB.

Para peserta akan bersaing memperebutkan lebih kurang 2.537 bangku untuk program pendidikan Vokasi, Sarjana Reguler, dan Paralel. Program studi yang dibuka di Simak UI 2016 pada program pendidikan vokasi adalah 13 program studi.

Pada program pendidikan Sarjana Reguler sebanyak 62 program studi dan pada program Sarjana Paralel membuka 31 program studi bagi calon mahasiswa baru melalui Simak UI 2016.

Kepala Kantor Komunikasi UI Rifelly Dewi Astuti mengatakan, sejak tiga tahun lalu, UI telah membebaskan uang pangkal bagi para mahasiswa yang diterima program S1 Reguler melalui SIMAK UI.

"Dengan demikian, UP program S1 Reguler tidak lagi dibebankan kepada orangtua/wali mahasiswa. Bagi para mahasiswa UI Program S1 Reguler tahun akademik 2016/2017, baik yang lulus melalui SNMPTN, SBMPTN ataupun Simak UI, hanya akan dikenakan biaya uang kuliah atau Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B),” kata Rifelly, Minggu (5/6/2016).

Pada program S1 Reguler, program studi yang paling diminati adalah Pendidikan Kedokteran 3.912 peserta. Pada Program S1 Paralel, pendaftar terbanyak adalah program studi Hukum 3.128 peserta, sedangkan, pada program pendidikan Vokasi, Komunikasi 1.874 peserta menjadi program studi yang paling diminati.

Lebih lanjut, pada program Magister (S2), program studi yang paling diminati adalah Magister Manajemen.

“Simak UI pada program S1 Reguler ditetapkan sebesar 20 persen dari total mahasiswa baru yang diterima UI dan sisanya diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebesar 40 persen serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 40 persen,” jelasnya.

Rifelly mengklaim dalam upaya pemerataan kesempatan belajar di UI, maka Simak UI dilaksanakan secara serentak di beberapa kota di Indonesia.

“Sehingga siswa atau siapapun yang ingin masuk UI dapat mengikuti seleksi di beberapa lokasi kota terdekat tanpa harus datang ke Kampus UI Depok,” ucapnya.

Pelaksanaan ujian Simak UI 2016 dilaksanakan di sekolah yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, yakni Serang, Cilegon, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan, Mataram, Denpasar, Palangkaraya, Gowa, Bandung, Bogor, DKI Jakarta (Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat), Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi dan Depok.
(maf)
Berita Terkait
Website Down, UI Tunda...
Website Down, UI Tunda Ujian SIMAK Pascasarjana Gelombang 1
Ujian SIMAK UI Program...
Ujian SIMAK UI Program Pascasarjana Gelombang 1 Diikuti 5.856 Peserta
Pasca Website Down,...
Pasca Website Down, Ujian SIMAK-UI Pascasarjana Digelar Rabu, Ini Infonya
Jalur SIMAK UI 2022...
Jalur SIMAK UI 2022 Dibuka, Intip Jadwal, Biaya, dan Cara Daftarnya
SIMAK UI 2022, Catat...
SIMAK UI 2022, Catat Tanggal dan Pilihan Prodinya
Deg-degan Menunggu Pengumuman...
Deg-degan Menunggu Pengumuman SIMAK UI 2024? Begini Penentuan Nilai Kelulusan Peserta
Berita Terkini
Red Sparks Comeback...
Red Sparks Comeback Berkat Megawati Hangestri! Ini Profil Pendidikan Sang Bintang Voli Dunia
3 jam yang lalu
Dana PIP 2025 Cair Tanggal...
Dana PIP 2025 Cair Tanggal 10 April! Ini Daftar Penerima dan Cara Pencairannya
4 jam yang lalu
Himbau atau Imbau, Mana...
Himbau atau Imbau, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?
12 jam yang lalu
Jejak Pendidikan Giorgio...
Jejak Pendidikan Giorgio Chiellini, Legenda Juventus yang Punya Gelar S2 dari Universitas Turin
1 hari yang lalu
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
1 hari yang lalu
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
2 hari yang lalu
Infografis
Jokowi Masuk Finalis...
Jokowi Masuk Finalis Tokoh Dunia Terkorup Versi OCCRP
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved