Teken Petisi, 25 Ribu Orang Tolak Full Day School

Selasa, 09 Agustus 2016 - 17:46 WIB
Teken Petisi, 25 Ribu...
Teken Petisi, 25 Ribu Orang Tolak Full Day School
A A A
JAKARTA - Sebanyak 25.442 orang menolak gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menginginkan siswa SD dan SMP bersekolah sehari penuh atau full day school.

Penolakan itu disampaikan belasan ribu orang dengan menandatangani petisi online di situs change.org. Adapun petisi itu menyatakam menolak penerapan pendidikan sehari penuh di Indonesia.

Petisi dibuat oleh Deddy Mayharto Kresnoputro, orangtua siswa pada Senin 8 Agustus 2016. Hingga Selasa (9/8/2016) sore, pendukung petisi tersebut sebanyak 25.442 orang.

Dalam petisi itu, Deddy mengkritisi alasan Mendikbud yang menggagas full day school untuk mencegah agar siswa tidak melakukan hal-hal negatif di luar sekolah.

Salah satu contohnya mengadakan kelas pelajaran agama yang dinilai Mendikbud lebih baik dibandingkan belajar agama di luar sekolah yang mungkin bisa terjerumus ke arah ekstremis.

"Terima kasih atas concern-nya Bapak (Mendikbud), tapi kalau hal ini yang perlu belajar adalah orangtuanya, untuk mengarahkan anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang bersifat negatif," tulis Deddy. (Baca juga: Gagas Full Day School, Mendikbud Dinilai Sederhanakan Persoalan)

Deddy menilai saat ini justru tren sekolah di negara-negara maju adalah mengurangi jam sekolah, tidak ada pekerjaan rumah, serta lebih mengedepankan pembangunan karakter.

Dia juga merujuk pernyataan pemerhati pendidikan yang menganggap homeschooling
pilihan paling tepat dibandingkan mengirimkan anak-anak ke "pabrik" pendidikan yang bernama sekolah sehari penuh.

Melalui petisi yang dibuatnya, Deddy berharap pembuat kebijakan menyadari full day school justru berbahaya. Dia juga mendorong para orangtua dan praktisi pendidikan mencari solusi bagi anak-anak untuk jangka pendek dan bagi kemajuan bangsa Indonesia untuk jangka panjang.

Petisi itu akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Afri Saragih, salah seorang pendukung petisi menilai sekolah full day hanya merampas kemerdekaan anak-anak. Menurut dia, sudah terbukti selama bertahun-tahun, sistem pendidikan yang hanya fokus pada angka hanya menghasilkan manusia manusia tidak kreatif.

Selain itu, kata dia, sistem pendidikan seperti itu membuat orang dewasa menjadi kekanak kanakan. "Kembalikan hak-hak anak! Keluarga adalah pendidikan yang utama! Kembalikan keceriaan masa anak anak Indonesia! Jangan 'penjarakan' anak-anak di dalam satu gedung bernama sekolah, karena belajar itu sepanjang masa, bukan selama di sekolah. Alam raya adalah sekolah yang sebenarnya," tulis warga Bekasi, Jawa Barat itu.
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Dua Dekade Fakultas...
Dua Dekade Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Menenun Inklusi dan Jiwa Olahraga
16 jam yang lalu
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
17 jam yang lalu
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
23 jam yang lalu
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
1 hari yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
1 hari yang lalu
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved