Demokrat Nilai Terlalu Jauh Presiden Dilibatkan Pemilihan Rektor

Minggu, 04 Juni 2017 - 13:51 WIB
Demokrat Nilai Terlalu...
Demokrat Nilai Terlalu Jauh Presiden Dilibatkan Pemilihan Rektor
A A A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Didi Irawadi ‎mengaku pihaknya menyayangkan statmen Mendagri Tjahjo Kumolo yang menyebut ke depan pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pertimbangan presiden. Bahkan, rektor bisa dilantik di Istana.

Didi menilai, langkah pemerintah itu sudah terlalu jauh. Ia berharap, iklim demokrasi yang berkembang di dunia kampus ‎tetap berjalan sehat, tanpa mengintervensi independensi mereka.

‎"Apalagi selama ini sudah berjalan dengan baik, sehingga kerap kampus berperan menjadi lembaga yang kritis yang ikut membantu publik dalam mengontrol dan menkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro pada rakyat," tutur Didi lewat rilis yang diterima SINDOnews, Minggu (4/6/2017).

Terkait alasan pemerintah yang berdalih pemilihan rektor dipilih presiden karena diduga adanya calon rektor yang menjadi simpatisan ISIS, Didi menilai hal itu bukan alasan yang tepat. Menurutnya, rektor yang bersangkutan tinggal diberikan sanksi tegas melalui perangkat hukum yang tersedia.

Didi menuturkan, sejauh ini pemilihan rektor sudah cukup baik dengan mekanisme pemungutan suara. Di mana pemerintah diwakili oleh Menristek Dikti dengan asumsi memiliki hak suara sebesar 35%, dan senat sebesar 65% dengan asumsi anggota senat memiliki hak suara yang sama.

Menurutnya, rektor terpilih akan ditentukan melalui suara terbanyak. "Selanjutnya Menristek Dikti menetapkan dan melantiknya sebagai rektor. Sebelumnya pun sudah melalui proses penyaringan yang ketat oleh panitia seleksi yang dibentuk Menristek Dikti‎," ucapnya.

Maka itu, Didi berharap proses demokrasi yang berlangsung di kalangan Kampus tidak perlu diganggu dan diintervensi. Ia khawatir jika hal ini dilanjutkan, maka wajar publik curiga bahwa pemerintah terkesan takut dikritisi sampai presiden harus dilibatkan dalam pemilihan rektor.

Justru publik akan bertanya, apakah kampus-kampus yang kritis hendak dibuat jinak supaya tidak berani melakukan protes-protes lagi kepada pemerintah. "Masih banyak urusan-urusan lain dalam negara saat ini yang lebih perlu diperhatikan, contoh harga kebutuhan pokok yang terus mencekik, tarif listrik yang kian mahal, padahal jelang Idul Fitri dan juga masalah-masalah krusial lainnya. Negara hendaknya peka sehubungan hal-hal tersebut di atas. Itu lebih urgent dan prioritas hemat saya," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Transparansi dan Akuntabilitas...
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pemilihan Rektor  
Selamat, Tiga Calon...
Selamat, Tiga Calon Rektor Universitas Pancasila Berhasil Ditetapkan Senat
Prof Arief S Kartasasmita...
Prof Arief S Kartasasmita Jadi Rektor Unpad Periode 2024-2029, Ditarget Pendapatan Rp3 Triliun
Harus Bergelar Doktor,...
Harus Bergelar Doktor, Ini Tahapan Pemilihan Bakal Calon Rektor UI 2024-2029
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya akan Gelar Pemilihan Rektor Baru
3 Dekan Bertarung di...
3 Dekan Bertarung di Pemilihan Rektor Unhas
Berita Terkini
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
15 jam yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
15 jam yang lalu
Hari Anak Nasional 2026,...
Hari Anak Nasional 2026, Puspadaya Perkuat Sekolah Ramah Anak di Jakarta
16 jam yang lalu
Siswi Indonesia Raih...
Siswi Indonesia Raih The Best Delegate di AYIMUN BSD Chapter 2026, Kantongi Beasiswa ke AWMUN Bali
1 hari yang lalu
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
1 hari yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
1 hari yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved