Retno Wahyu Nurhayati, Pulang demi Membangun Indonesia

Senin, 27 November 2017 - 22:00 WIB
Retno Wahyu Nurhayati,...
Retno Wahyu Nurhayati, Pulang demi Membangun Indonesia
A A A
BANYAK yang beranggapan, berkarier di luar negeri jauh lebih bergengsi daripada di dalam negeri. Apalagi kalau bekerja di luar negeri memberikan janji jenjang karier yang bagus, ditambah dengan tawaran gaji yang menggiurkan dan berbagai fasilitas yang diberikan. Tidak heran kalau banyak anak negeri yang bekerja di luar negeri enggan kembali pulang.

Namun, tampaknya hal itu tidak berlaku bagi Retno Wahyu Nurhayati. Setelah satu setengah tahun berkarier di Jepang, sulung dari lima bersaudara ini memutuskan kembali ke Indonesia. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan orang tua dan beberapa rekannya, sekaligus setelah mendapatkan informasi dari mulai maraknya kedokteran Indonesia memanfaatkan stem cell dalam proses penyembuhan ataupun kecantikan.

"Sekitar Mei 2017, saya kembali ke Indonesia dan bekerja di Stem Cell and Tissue Engineering Research Center, Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia," jelas dia.

Salah satu alasan Retno kembali ke Indonesia adalah niat tulusnya untuk membangun industri farmasi di Tanah Air. Apalagi wanita 29 tahun ini menyadari masih minimnya jumlah peneliti di Tanah Air, yang kemudian menyebabkan belum banyak teknologi yang berhasil dikembangkan, khususnya pada bidang stem cell. "Saya sadar seharusnya membangun Indonesia, bukan terlalu senang di luar negeri. Akhirnya sekitar Mei 2017 pulang ke Indonesia. Alhamdulillah diterima UI," tutur dia.

Kendati fasilitas yang diterimanya tidak seperti di Jepang, Retno mengaku tidak menyesal atas keputusannya. Malah, dia semakin bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi ibu pertiwi, di antaranya dengan melakukan penelitian agar Indonesia tidak mengalami kebergantungan pada teknologi stem cell produksi asing.

Apalagi, menurutnya Indonesia harus bisa memiliki teknologi itu. Ini tidak terlepas dari demografis suku dan bangsa di Nusantara yang sangat beragam, sehingga memungkinkan dirinya memiliki data yang jauh lebih lengkap mengenai struktur DNA masyarakat Indonesia. Hal ini sangat penting bagi perkembangan dunia kedokteran Indonesia.

"Kalau teknologi stem cell berhasil dikembangkan, saya optimistis bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui sistem pengobatan terjangkau," ujar dia.

Pengalaman Retno di Jepang ternyata juga mengubah sifatnya dari seorang pemalu menjadi tidak pemalu lagi. Hal ini tidak terlepas dari gemblengan pendidikan di Negeri Sakura, yang lebih mengutamakan pendidikan karakter dan kerja sama tim. Artinya, pengakuan terhadap keberhasilan bersama lebih penting daripada individu.
(amm)
Berita Terkait
25 Peneliti Ikut Pelatihan...
25 Peneliti Ikut Pelatihan dan Sertifikasi Peneliti Kuantitatif Internasional
Menristek Sampaikan...
Menristek Sampaikan Fokus Prioritas Riset Nasional pada Rakornas PRN
Pemerintah Perlu Benahi...
Pemerintah Perlu Benahi Ekosistem PeĀ­neĀ­litian di Dalam Negeri
Wakil Kepala BRIN Amarulla...
Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian Kukuhkan 4 Profesor Riset
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Didukung Dana Rp3 triliun,...
Didukung Dana Rp3 triliun, Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan
Berita Terkini
Ini Rangkaian Kegiatan...
Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 Selama 5 Hari di SMA dan SMK
2 jam yang lalu
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
6 jam yang lalu
Puncak Kalpasastra 2026,...
Puncak Kalpasastra 2026, BEMP Sastra Indonesia UNJ Hadirkan Salman Aristo
8 jam yang lalu
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
11 jam yang lalu
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
12 jam yang lalu
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved