Dua Metode Tanoto Foundation Tingkat Kualitas SDM Guru dan Siswa

Senin, 15 April 2019 - 05:29 WIB
Dua Metode Tanoto Foundation...
Dua Metode Tanoto Foundation Tingkat Kualitas SDM Guru dan Siswa
A A A
JAKARTA - Tanoto Foundation berupaya meningkatkan pendidikan dasar di Indonesia dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah. Salah satunya melalui pogram PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran).

Dengan sekira 250.000 sekolah di Indonesia, penting untuk mendorong peran serta pihak lain dalam peningkatan kualitas pendidikan. Tanoto pun mengirimkan tenaga pengajar ke beberapa daerah.

Salah satunya ibu Tiominar atau yang akrab dipanggil Timi adalah seorang guru yang mengajar di kelas VI SDN 115520 Sidodadi, Pangkatan, Sumatera Utara. Dia memiliki pengalaman sekitar 21 tahun dalam bidang pendidikan, khususnya dalam mengajar.

Baginya, menjadi guru merupakan sebuah tugas yang sangat penting, karena bisa menentukan masa depan seorang anak. Dalam menjadi tenaga pengajar ini, Timi ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi yang mana mayoritas warga tersebut belum banyak yang lulus sekolah dasar.

Hal ini dilatarbelakangi oleh pekerjaan orang tua dan kurangnya informasi mengenai pentingnya pendidikan. "Jadi, saya pas awal-awal datang ini kaget ya karena di sini banyak yang enggak lulus SD karena banyaknya yang umur 10 tahun sudah menikah apalagi pekerjaan orang tua mereka membuat anak-anak di sini jadi kurang pentingnya pendidikan," ujar Timi di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dia pun menerapkan dua metode dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi, yakni dengan metode Pakem dan Mikir. Kedua metode ini sangat efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan terhadap anak-anak.

Pasalnya, dua metode ini memberikan arahan dan informasi mengenai kreativitas yang ditampilkan secara visual dan nyata. Sehingga, baik anak-anak maupun para guru dapat menambah wawasan yang luas.

"Saya menerapkan metode Mikir dan Pakem dan alhasil mereka pun jadi sangat tinggi dalam pendidikan. Dan meningkatkan minat baca mereka karena kita tidak hanya menampilkan dalam sebuah video, tapi ada praktik langsungnya. Jadi buat kita semakin berkembang," katanya.

Dalam menerapakan dua metode ini, Timi pun sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, banyaknya guru maupun siswa yang tidak mengerti maksud dalam dua metode ini dan susah menangkap dikarenakan faktor pendidikan.

"Ya, memang tidak semudah yang kita bayangkan, tapi ini kan metodenya juga harus kita kenalkan jadi masih banyak yang enggak ngerti dan sulit, tapi pas kita praktikan, eh mereka tahu oh jadi begini. Memunculkan banyak kreativitas," paparnya.

Dua metode ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini membuat banyak murid yang berprestasi setelah mendapatkan pelajar dengan metode ini.

"Ya, benar sekali, jadi ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, didmana pas setelah mendapatkan pelatihan kita banyak siswa yang berprestasi bahkan masuk olimpiade," katanya.

Dia pun berharap, dua metode ini bisa terus disalurkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Apalagi, kualitas pendidikan menjadi faktor yang penting dalam memajukan Indonesia.

"Ya, semoga dengan adanya pelatihan ini dan saya sebagai pengajar di sini bisa membantu dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Pasalnya, pendidikan merupakan unsur yang penting," ujarnya.

Pakem merupakan salah satu jenis skenario pembelajaran yang berupa langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas bersama para siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Metode ini membantu siswa memahami suatu pelajaran, guru membuat langkah-langkah pembelajarannya secara berurutan yang akan dilaksanakan oleh siswa. Di dalam skenario pembelajaran, ada pengelolaan kelas, ada model belajarnya, ada medianya, dan ada tesnya. Pengelolaan kelas seperti tugas tersebut diberikan secara individu, berkelompok, atau berpasangan.

Sedangkan metode Mikir adalah pembelajaran dengan model MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi), merupakan langkah-langkah di dalam skenario pembelajaran.

Kondisi seperti apa yang menunjukkan siswa telah mengalami? Maka, guru membuat kegiatan yang menunjukkan siswa sudah mengalami. Contohnya, kegiatan siswa di kelas dan atau luar kelas dengan melakukan pengamatan.
(maf)
Berita Terkait
Guru dan Kualitas Pendidikan
Guru dan Kualitas Pendidikan
Gaji Guru di Sejumlah...
Gaji Guru di Sejumlah Negara, Ada yang 1,6 Miliar per Tahun
Guru Pendidikan Agama...
Guru Pendidikan Agama Islam Gelar Aksi di Kemenag, Desak Percepatan PPG PAI
Guru Honorer, Pilar...
Guru Honorer, Pilar Senyap Pendidikan
Disrupsi Pendidikan,...
Disrupsi Pendidikan, Pengembangan Kapasitas Guru Ditingkatkan
Gaji Guru Honorer Masih...
Gaji Guru Honorer Masih Rendah, 74% Dibayar di Bawah Rp2 Juta
Berita Terkini
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
2 jam yang lalu
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
4 jam yang lalu
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
4 jam yang lalu
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
7 jam yang lalu
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
21 jam yang lalu
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
23 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved