Ujian Tulis Berbasis Komputer Menguntungkan Calon Mahasiswa

Selasa, 16 April 2019 - 07:54 WIB
Ujian Tulis Berbasis...
Ujian Tulis Berbasis Komputer Menguntungkan Calon Mahasiswa
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dinilai menguntungkan para calon mahasiswa. Selain memberikan transparansi, juga meningkatkan efisiensi mekanisme seleksi penerimaan calon mahasiswa dan juga meminimalisir potensi drop out. UTBK juga mampu memperkecil potensi kecurangan karena pelaksanaannya menggunakan komputer dan sistem soal yang berbeda-beda.

Hal itu disampaikan peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Krishnamurti. Menurutnya, dengan mengizinkan calon mahasiswa mengetahui kemampuan akademis dan skolastika, maka mereka dapat terbantu untuk mengenali minat dan bakat mereka sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik mengenai program studi atau Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang akan mereka tuju.

Sistem penerimaan di PTN juga akan lebih mudah dan relatif terhindar dari kecurangan karena menggunakan sistem teknologi informasi (TI). “Seharusnya penerapan sistem ini akan membuat pelaksanaan UTBK lebih cepat dan mudah. Namun pemerintah harus memastikan infrastruktur TI-nya sudah siap di semua tempat pelaksanaan ujian. Satu hal lagi yang harus dipastikan adalah kesiapan sumber daya manusia yang mengawal jalannya ujian ini,” katanya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, peserta ujian dapat mengulang ujian hingga dua kali. Hal ini memberikan mereka kesempatan untuk mendaftarkan diri di PTN/program studi tujuan dengan nilai yang lebih baik. Ini tentu membuka kesempatan yang lebih lebar bagi calon mahasiswa untuk bersaing dengan kemampuan terbaiknya.

Melakukan ujian dengan metode paperless (berbasis komputer) seperti ini, lanjut Indra, akan mengurangi beban peserta ujian. Sistem ujian tertulis yang menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK) bisa jadi sebuah stressor bagi peserta ujian, karena aktivitas mengarsir lingkaran cukup menguras energi.

Ditambah lagi, seringkali peserta merasa khawatir, apakah arsiran yang dibuat dapat terbaca komputer atau tidak. Hal ini tentu menambah beban peserta ujian. Sistem paperless ini tentunya akan lebih ramah lingkungan dengan menghemat kertas.

Sementara Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menjelaskan, simulasi soal yang dibuat panitia membuat setiap peserta ujian mendapat soal berbeda agar praktek mencontek pun dapat ditekan.

“Soal disimulasi dengan begitu ketat sehingga masing-masing orang akan punya soal berbeda-beda,” katanya seusai pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan perguruan tinggi dan pejabat pimpinan tinggi pratama Kemenristekdikti di Jakarta.

Diketahui, UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. Tujuan UTBK adalah memprediksi calon mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu.

Selain itu juga memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengikuti tes secara fleksibel dalam memilih waktu dan lokasi tes. Menristekdikti menyampaikan, kepada seluruh peserta yang akan mengikuti UTBK jangan sampai resah. Sebab kalaupun mendapat nilai yang kurang memuaskan pada gelombang pertama maka bisa mengulang untuk kedua kalinya.

“Nanti nilai yang terbaik diajukan untuk mendaftar pada perguruan tinggi yang diinginkan. Sudah ada nilainya. Sudah tidak ada ujian lagi setelah itu. Jadi ini mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Dia menjelaskan, kalau sebelumnya SBMPTN ada ujian lalu hasilnya menjadi patokan diterima atau tidak di PTN maka sekarang dengan UTBK calon mahasiswa sudah mendapat nilai lebih dulu. Sehingga bisa memprediksi bisa diterima atau tidak di kampus yang ditujunya. Selain itu, adanya UTBK juga efisien karena peserta bisa ujian berbasis komputer langsung di daerahnya. Tidak perlu berbondong-bondong pergi ujian di kampus yang disasar.

Diketahui, UTBK diikuti oleh 698.505 pada gelombang pertama dan gelombang kedua 597.115. Dari jumlah peserta UTBK gelombang pertama tersebut yang mengikuti kelompok ujian Saintek sebanyak 374.641 peserta dan kelompok ujian Soshum sebanyak 323.864 peserta.

Terdiri dari 516.927 peserta reguler dan 181.578 peserta Bidikmisi. Sementara peserta UTBK pada gelombang kedua yang mengikuti kelompok ujian Saintek sebanyak 304.301 peserta dan kelompok ujian Soshum sebanyak 292.814 peserta. Untuk gelombang kedua ini terdiri dari 419.049 peserta reguler dan 178.066 peserta Bidikmisi.
(don)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Berita Terkini
Jurusan D3 dan D4 Paling...
Jurusan D3 dan D4 Paling Diminati di SNBT 2024, Politeknik Mana Paling Unggul?
8 jam yang lalu
Jadwal Pencairan KJP...
Jadwal Pencairan KJP Plus Bulan April 2025, Orang Tua Simak Ya
8 jam yang lalu
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan...
Ini 7 Sekolah yang Dikecualikan dari Ketentuan SPMB 2025
1 hari yang lalu
SPMB 2025 Dibuka Mei,...
SPMB 2025 Dibuka Mei, Ini Jadwal Resmi Pengganti PPDB dari Kemendikdasmen
1 hari yang lalu
Biaya Kuliah Kedokteran...
Biaya Kuliah Kedokteran di 5 PTN Pulau Sumatera Jalur Mandiri 2025: Unand, Unsri, USK, USU, dan Unri
1 hari yang lalu
Profil Pendidikan Ray...
Profil Pendidikan Ray Sahetapy, Aktor Legendaris Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved