Ornamen Header
Kemendikbud Melakukan Revitalisasi SMK Pertanian
Kemendikbud Melakukan Revitalisasi SMK Pertanian
Kemendikbud Melakukan Revitalisasi SMK Pertanian
Kemendikbud bersama dengan program yang diinisiasi pemerintah Belanda vegIMPACT NL bekerjasama melakukan revitalisasi SMK Pertanian. Pemerintah menunjuk SMK 2 Subang dan SMK 5 Jember sebagai pilot project.

SMKN 2 Subang ditunjuk sebagai salah satu sekolah dalam pilot project ini. Wakil Bupati Subang Agus Maskur Rosyadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pilot project ini karena Subang dikenal sebagai lumbung pangan. Oleh karena itu dia berharap dengan revitalisasi SMK ini dapat menghasilkan SDM yang diperlukan untuk menunjang pertanian dan perkebunan di Subang. Dia pun berharap, jika ada transfer teknologi yang bisa diberikan dibidang pertanian maka meski ada perkembangan zaman yang berubah namun minat menjadi petani tidak surut di Subang.

“Kami apresiasi lahirnya anak SMK menjadi petani berhasil dan memajukan Subang Jawara, jaya, istimewa dan sejahtera. Semoga juga ada link and match dan trabsfer pengetahuan ke petani dan siswa SMK,” katanya di Expo Good Agricultural Practices sebagai Upaya Penguatan Program Link and Match SMK Bidang Pertanian di SMKN 2 Subang.

Dia mengatakan, pemda melakukan penyuluhan ke desa-desa agar banyak anak yang masuk SMK. Mereka juga memberikan informasi jika ada yang ingin melanjutkan kuliah di politehnik pertanian. Dia mengatakan, dengan akan dibukanya pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang maka sumber daya bidang pertanian harus ditingkatkan sehingga hasil pertanian Subang tidak kalah bersaing.



Program Manager vegIMPACT NL Huib Hengsdijk mengatakan, Indonesia memiliki ambisi tinggi untuk perbaikan ketahanan pangan dan gizi. Kabar baiknya, tuturnya, Indonesia juga memiliki potensi besar untuk produksi sayur dan hasil pangan lain sepanjang tahun. “Pemerintah Belanda mengakui potensi tersebut dan mendukung lebih dari 1 dekade pengembangan sayuran yang layak secara ekonomi dan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, melalui kerjasama ini ada tiga bidang yang akan dibagi yakni membuat inovasi dibidang hortikultura yang bisa dipraktekkan secara umum, membagi pengetahuan kepada petani dan berkontribusi pada kurikulum pendidikan kejuruan bidang pertanian. Mereka juga akan mendemonstrasikan variestas terbaru dan teknologi budidaya pertanian yang paling mutakhir. Dia mengatakan, adanya jaringan antara petani, peneliti dan siswa yang menjadi satu mata rantai produksi sayur adalah kunci penting produksi sayuran dengan harga terjangkau untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendikbud Saryadi Guyatno menjelaskan, kerjasama bidang hortikultura ini diharapkan tidak hanya di dua smk model namun harapannya dalam lima tahun kedepan akan ada 60 SMK yang akan mengikuti. Dia menjelaskan, kerjasama ini meliputi kerjasama pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan sarana prasana, kerjasama dengan dunia industry dan juga memfasilitasi kepekerjaan siswa. ‘’Subang dan Jember dipilih karena sudah siap tidak hanya dari sisi SMKnya tapi juga industrinya,’’ ungkapnya.



Saryadi menjelaskan, aspek kepekerjaan adalah salah satu indicator unruk mengukur keberhasilan SMK dalam program revitalisasi ini. SMKN 2 Subang sendiri memiliki kontrak kerja yakni 65% lulusan bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki yakni bidang pertanian. Dia harap lulusan SMK akan mampu bekerja apakah bekerja di dunia industry atau usaha atau berkarir menjadi petani muda yang memiliki nilai tambah karena sudah dibekali dengan kompetensi pengetahuan dan teknologi.

Saryadi menjelaskan, Inpres No 9/2016 tentang Revitalisasi SMK Presiden mengintruksikan kepada Mendikbud untuk menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan pengguna lulusan. Dalam hal ini sinergi dengan dunia usaha dan industry. Oleh karena itu, katanya, melalui kerjasama dengan pemerintah Belanda ini maka semua aspek revitalisasi itu telah dan sedang dilaksanakan sehingga bisa memberikan layanan pendidikan untuk menghasilkan lulusan SMK yang berkompeten. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
TULIS KOMENTAR ANDA!