Kemenag Revisi Pelajaran Khilafah, Gerindra Ingatkan Jangan Gaduh

Rabu, 11 Desember 2019 - 03:40 WIB
Kemenag Revisi Pelajaran...
Kemenag Revisi Pelajaran Khilafah, Gerindra Ingatkan Jangan Gaduh
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra mengakui, persoalan agama ini menjadi domain dari Kementerian Agama (Kemenag). Namun, Gerindra juga mengingatkan kepada Kemenag bahwa dalam setiap kebijakan yang dibuat jangan sampai membuat gaduh.

(Baca juga: Kemenag Geser Materi Khilafah dari Mata Pelajaran Fikih ke Sejarah)

Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR, Ahmad Riza Patria berpandangan, soal agama, semua pihak baik para pemimpin, elite, pimpinan partai, ormas dan masyarakat harus memahami dan mengerti bahwa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku, adat, budaya dan daerah yang sangat plural serta, agama yang sangat banyak.

"Indonesia juga negara yang didasarkan atas Pancasila dan NKRI, sehingga pemerintah dalam membuat kebijakan harus melindungi seluruh agama dan seluruh rakyat yang ada," kata Riza di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

"Nah karena urusan agama menjadi urusan Menag, kita harap Menag yang baru maupun ke depan harus memahami, mengerti dalam memgambil kebijakan yang membuat bangsa ini sejuk, jangan sampai ada kebijakan yang menimbulkan kegaduhan," sambungnya.

Juru Bicara Khusus (Jubirsus) Partai Gerindra ini melanjutkan, pihaknya ingin pemerintahan selama 5 tahun ke depan bisa kondusif. Sehingga, semua menteri harus mendukung itu termasuk Menag.

"Harapan kami kebijakan dibuat bisa kondusif lagi dari periode sebelumnya yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin," tuturnya.

Terkait dengan materi khilafah di pelajaran agama, Riza mengakui bahwa isu khilafah ini menjadi perdebatan di Indonesia. Namun menurut Gerindra, semua yang menjadi bagian sejarah bangsa dan sejarah agama maka boleh diketahui oleh seluruh masyarakat.

Karena yang terpenting negara ini tidak diubah menjadi khilafah tetapi NKRI yang berdasarkan Pancasila.

"Jadi semua harus berdasar pada Pancasila sila pertama memberikan kebebasan seluruh warga negara bangsa berketuhanan, dan menghargai seluruh warga bangsa untuk menganut agama masing-masing. Dan pemerintah harus memahami itu," tegasnya.

Karena itu, kata Wakil Ketua Komisi V DPR ini, soal Kemenag yang akan memindahkan materi khilafah yang tadinya ada di pelajaran fiqih dan ahlaq masuk ke pelajaran sejarah.

Gerindra serahkan sepenuhnya ke Kemenag dan Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi soal bagaimana baiknya. Dan pihaknya mendukung selama tidak membuat gaduh.

"Kita mendukung sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Tidak membuat kegaduhan, tidak menimbulkan friksi, tidak memecah belah, justru memberikan kesejukan dan kerukukan. Secara teknis itu ada di wilayah Kemenag mungkin bersama Kemendikbud," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kementerian Agama Rilis...
Kementerian Agama Rilis Gerakan Wakaf Pendidikan Islam
Kemenag Perkuat Madrasah...
Kemenag Perkuat Madrasah hingga PTKI Lewat Peta Jalan Pendidikan Islam 2030–2045
Wajah Baru Pendidikan...
Wajah Baru Pendidikan Islam, Kemenag Resmi Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta
Cinta sebagai Roh Utama...
Cinta sebagai Roh Utama Sistem Pendidikan Indonesia
Guru Pendidikan Agama...
Guru Pendidikan Agama Islam Gelar Aksi di Kemenag, Desak Percepatan PPG PAI
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
Berita Terkini
MNC University Gandeng...
MNC University Gandeng IDBW 2026, Bekali Mahasiswa Hadapi Peluang Karier dan Finansial di Era Web3
8 jam yang lalu
Apa Itu Universitas...
Apa Itu Universitas Republik Indonesia yang Dibentuk Prabowo dan Dipimpin Donny Ermawan?
11 jam yang lalu
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa FIKOM UP Edukasi Siswa MTs Al-Islamiyah Bogor
12 jam yang lalu
Bukan Pelajaran, Ini...
Bukan Pelajaran, Ini Tantangan Terbesar Pangeran George di Sekolah Baru
13 jam yang lalu
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
1 hari yang lalu
9 Kementerian dan Lembaga...
9 Kementerian dan Lembaga yang Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Jadi CPNS
1 hari yang lalu
Infografis
4.155 Peserta Lolos...
4.155 Peserta Lolos PPPK Paruh Waktu Kemenag, Ini Langkah Selanjutnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved