Soal Kurikulum 2013 Jokowi Diminta Hargai SBY
Senin, 08 Desember 2014 - 16:30 WIB
Soal Kurikulum 2013 Jokowi Diminta Hargai SBY
A
A
A
JAKARTA - Langkah Pemerintahan Joko Widodo melalui Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan membatasi penerapan kurikulum 2013 mendapatkan kritikan.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berpendapat, semestinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama pembantunya membicarakan persoalan ini bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Sebaiknya menterinya juga ketemu mantan menterinya SBY. Jangan sampai kebijakan yang dibikin kabinet SBY jadi dimentahkan seperti kurikulum. Ini kan sudah dibahas periode DPR lalu," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Pasalnya, saat SBY bersama menterinya menelurkan sistem ini pasti telah melewati kajian mendalam bersama semua pihak.
"Apa yang dilaksanakan SBY 10 tahun cukup matang dipikirkan. Tolong semuanya jangan dimentahkan, obrolkan baik-baik, Anies dan M Nuh (mantan Mendiknas) kan orang baik juga. Tolong dibicarakan, disepakati," imbaunya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tak ingin sistem yang telah dibangun bertahun-tahun harus berakhir dalam waktu singkat.
"Jangan yang sudah dirancangkan lama dua tahun lebih Mendikbud dan Diknas dahulu, dalam kurun (waktu) kurang dua bulan, itu sudah mau dicabut. Hargai lah, dibanding apapun. Hormati dong Pak SBY," pungkasnya.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berpendapat, semestinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama pembantunya membicarakan persoalan ini bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Sebaiknya menterinya juga ketemu mantan menterinya SBY. Jangan sampai kebijakan yang dibikin kabinet SBY jadi dimentahkan seperti kurikulum. Ini kan sudah dibahas periode DPR lalu," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Pasalnya, saat SBY bersama menterinya menelurkan sistem ini pasti telah melewati kajian mendalam bersama semua pihak.
"Apa yang dilaksanakan SBY 10 tahun cukup matang dipikirkan. Tolong semuanya jangan dimentahkan, obrolkan baik-baik, Anies dan M Nuh (mantan Mendiknas) kan orang baik juga. Tolong dibicarakan, disepakati," imbaunya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini tak ingin sistem yang telah dibangun bertahun-tahun harus berakhir dalam waktu singkat.
"Jangan yang sudah dirancangkan lama dua tahun lebih Mendikbud dan Diknas dahulu, dalam kurun (waktu) kurang dua bulan, itu sudah mau dicabut. Hargai lah, dibanding apapun. Hormati dong Pak SBY," pungkasnya.
(hyk)