Disdik KBB Dorong Penguatan Literasi Siswa di Tengah Pandemi
Senin, 20 Juli 2020 - 19:25 WIB
Di dunia pendidikan, kebijakan literasi dikemas dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Terdapat enam literasi dasar yang harus dimiliki oleh siswa, yaitu literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Keenam literasi tersebut harus diterapkan pada berbagai kegiatan kurikuler, intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler.
"Moment pandemi COVID-19 tidak harus dimaknai negatif. Ini harus dijadikan dasar pijakan untuk terus mendorong keberangsungan pembelajaran, di antaranya dengan melakukan penguatan literasi pada seluruh siswa," ucap Dadang. (Baca juga: Riset UI: Sel Punca Mesenkimal Berhasil Sembuhkan Pasien Pneumonia COVID-19 )
Pada pelaksanaan pola pembelajaran ini harus ada kedisiplinan dan integritas seluruh unsur yang terlibat terutama siswa. Mereka harus disiplin mengikuti berbagai instruksi yang disampaikan guru, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Apalagi metoda PJJ ini memungkinkan siswa memiliki kebebasan tidak terbatas untuk mengembangkan pengetahuan yang didapat dari guru.
"Pandemi COVID-19 ini kan belum dapat diprediksi kapan berakhir, sedangkan pembelajaran harus tetap berjalan. Makanya sekolah harus memberi ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi selama PJJ, sebagai bagian integral dari implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)," pungkasnya.
"Moment pandemi COVID-19 tidak harus dimaknai negatif. Ini harus dijadikan dasar pijakan untuk terus mendorong keberangsungan pembelajaran, di antaranya dengan melakukan penguatan literasi pada seluruh siswa," ucap Dadang. (Baca juga: Riset UI: Sel Punca Mesenkimal Berhasil Sembuhkan Pasien Pneumonia COVID-19 )
Pada pelaksanaan pola pembelajaran ini harus ada kedisiplinan dan integritas seluruh unsur yang terlibat terutama siswa. Mereka harus disiplin mengikuti berbagai instruksi yang disampaikan guru, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Apalagi metoda PJJ ini memungkinkan siswa memiliki kebebasan tidak terbatas untuk mengembangkan pengetahuan yang didapat dari guru.
"Pandemi COVID-19 ini kan belum dapat diprediksi kapan berakhir, sedangkan pembelajaran harus tetap berjalan. Makanya sekolah harus memberi ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan literasi selama PJJ, sebagai bagian integral dari implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :