Perbedaan Jurusan Teknik Sipil dan PWK, Simak Juga Peluang Kerjanya

Jum'at, 26 Mei 2023 - 05:30 WIB
Sedangkan di sisi lain terdapat komponen-komponen non fisik, misalnya kemacetan, kepadatan penduduk, dan lainnya. Jika seorang planner tidak memahami semua hal tersebut, maka tidak akan dapat membuat perencanaan yang baik.

Dengan perencanaan yang tidak baik, akan dihasilkan suatu kondisi area yang tidak baik pula. Karena itulah, di PWK diajarkan banyak hal seperti hitungan, ekonomi, sosial, kelembagaan, politik, lingkungan, dan fisik.

Fun fact, di mana pun lulusan PWK bekerja, dia akan tetap memilki ciri khas yaitu cara berpikir yang runtut dan sistematis. Sebab mahasiswa PWK tak hanya belajar PWK saja namun keseluruhan proses atau Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC).

Prospek Kerja



1. Institusi Pemerintah

Seorang planner bisa menjadi pengajar, peneliti, dan pegawai di perguruan tinggi negara, Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, BRIN,, Pemda, Dinas Tata Kota, dan berbagai instansi pemerintah lainnya.

2. Dunia Usaha dan Industri

Kalian bisa menjadi tenaga ahli di konsultan (perencanaan, pariwisata, dan lainnya) LSI (statistik), bagian pengembangan komunitas dari perusahaan besar skala nasional dan internasional, developer dan kontraktor properti, dan lainnya.

3. Lembaga Swadaya Masyarakat

Kalian juga berkiprah Sebagai aktivitis di LSM karena ilmu sosial, komunitas, dan pemerintahan yang dipelajari seperti di AKATIGA, Sawarung, BIGS, dan lainnya.

4. Prospek Kerja di Luar Keilmuan

Karena pola pikirannya yang runtut dan kemampuan untuk mengenal sebuah prinsip dasar manajemen maka lulusan PWK juga bisa bekerja di bank dan beberapa lembaga keuangan lain serta beberapa perusahaan swasta.

Demikian perbedaan jurusan Teknik Sipil dengan PWK. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca setia SINDOnews.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!