Kamal Yusuf Jadi Guru Besar Linguistik Pertama UIN Sunan Ampel di Usia 44 Tahun
Kamis, 21 September 2023 - 12:17 WIB
Kamal yang menempuh pendidikan S-1 di Sastra Arab Universitas Padjajaran Bandung ini merupakan akademisi yang sejak awal bergelut di bidang linguistik. Lulusan doktor University of Leipzig, Jerman ini resmi menjadi dosen UIN Sunan Ampel sejak tahun 2005.
Dari rekam jejak akademisnya, Kamal banyak menelurkan karya ilmiah di jurnal internasional dan jurnal nasional bereputasi seperti "The Commodification of Arabic in the Commercial Linguistic Landscape of Leipzig", "Menelusuri Kata ‘‘Wabah‘‘ dan ‘‘Tho’un‘‘ dalam Korpora Diakronis Arab-Indonesia", "The linguistic landscape of mosques in Indonesia: materiality and identity representation" dan lain-lain.
Pria berusia 44 tahun ini tumbuh dan besar di lingkungan dan berasal dari keluarga santri. Semasa kecil, ia menjadi santri Pesantren Al Qur'an di Sidayu, Gresik Jawa Timur.
Adapun saat jenjang pendidikan tingkat SLTP ia menjadi santri di Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Sedangkan saat SLTA ia menerima beasiswa dari Kementerian Agama sebagai siswa di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jember. "Semoga ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berkarya di jalur akademik," tutup alumnus Magister Linguistik Universitas Indonesia (UI) ini.
Dari rekam jejak akademisnya, Kamal banyak menelurkan karya ilmiah di jurnal internasional dan jurnal nasional bereputasi seperti "The Commodification of Arabic in the Commercial Linguistic Landscape of Leipzig", "Menelusuri Kata ‘‘Wabah‘‘ dan ‘‘Tho’un‘‘ dalam Korpora Diakronis Arab-Indonesia", "The linguistic landscape of mosques in Indonesia: materiality and identity representation" dan lain-lain.
Pria berusia 44 tahun ini tumbuh dan besar di lingkungan dan berasal dari keluarga santri. Semasa kecil, ia menjadi santri Pesantren Al Qur'an di Sidayu, Gresik Jawa Timur.
Adapun saat jenjang pendidikan tingkat SLTP ia menjadi santri di Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Sedangkan saat SLTA ia menerima beasiswa dari Kementerian Agama sebagai siswa di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Jember. "Semoga ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berkarya di jalur akademik," tutup alumnus Magister Linguistik Universitas Indonesia (UI) ini.
(wyn)
Lihat Juga :