12 Contoh Puisi Pendek dengan Berbagai Tema

Jum'at, 22 September 2023 - 09:18 WIB
12 contoh puisi pendek dengan berbagai tema. Mulai dari tema islami hingga keluarga. Foto/Freepik.
JAKARTA - Puisi adalah susunan tulisan dan pemikiran yang terikat dengan rima, irama, larik, dan bait. Puisi juga bisa disusun berdasarkan tema tertentu, seperti cinta, kerinduan, kehidupan, dan rohani.

Puisi terdiri dari kumpulan kata dalam bentuk baris untuk menyampaikan kondisi atau perasaan yang sedang dipikirkan oleh penulisnya.



Pada tiap baris terakhir puisi berbunyi kata vokal, dan terkadang berupa konsonan. Ditulis dengan berbagai tema, puisi termasuk salah satu karya sastra yang memiliki berbagai makna.

Berikut 12 Contoh Puisi Pendek dengan Berbagai Tema

1. Tema Islami

Sajadah Panjang - Taufiq Ismail



Ada sajadah panjang terbentang

Dari kaki buaian

Sampai ke tepi kuburan hamba

Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang

Hamba tunduk dan sujud

Di atas sajadah yang panjang ini

Diselingi sekadar interupsi

Mencari rezeki, mencari ilmu

Mengukur jalanan seharian

Begitu terdengar suara azan

Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang

Hamba tunduk dan rukuk

Hamba sujud dan tak lepas kening hamba

Mengingat Dikau

Sepenuhnya

Bidadari Surga - Pencilspirit



Adalah kamu bunyi bait-baitku

Kamulah warna syairku

Ruh semua puisiku

Piranti inspirasiku

Kaulah kesadaran limpahan karunia Allah padaku

Tiupan iman makin kencang menerpa kalbu

Hadirmu sulut tekad dunia akhiratku

Bidadari surgaku

Baca juga: 5 Channel YouTube yang Bikin Kamu Pintar Bahasa Inggris

2. Tema Kehidupan

Dalam Bis - Sapardi



Langit di kaca jendela

Bergoyang terarah

Ke mana wajah di kaca jendela

Yang dahulu juga

Mengecil dalam pesona

Sebermula adalah kata

Baru perjalanan dari kota ke kota

Demikian cepat

Kita pun terperanjat

Waktu henti ia tiada

Sebutir Debu - Florizty Anshari



Aku hanya sebutir debu

Yang memburamkan kilau

Tak pantas berada diatas suci

Tak bisa menghindar

Saat angin hembuskan aku untukmu

Lalu terbang

Aku hanya kecewa bagai hampa mengharap udara

Atau debu ditengah gersang mengharap hujan

Hentikan angin membawaku terbang

Sia-Sia - Chairil Anwar



Penghabisan kali itu kau datang

Membawa kembang berkarang

Mawar merah dan melati putih

Darah dan suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastikan: untukmu

Lalu kita sama termangu

Saling bertanya: apakah ini?

Cinta? Kita berdua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak gampir-menghampiri

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi

Senja di Pelabuhan Kecil - Chairil Anwar



Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali

Kapal, perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercayai mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam

Ada juga kelepak elang menyinggung muram

Desir hari lari berenang menemu bujuk pangkal akanan

Tidak bergerak dan kini tanah, air tidur, hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri.

Berjalan menyisir semenanjung

Masih pengap harap

Sekali tiba di ujung

Dan sekalian selamat jalan dari pantai keempat

Sedu penghabisan bisa terdekap

Sendiri Beralas Sedu - Zuhair Hafizh



Sendiri beralas sedu

Jalan senada riak air mendayu

Tunjuk langit pandang seribu

Kisah lampau kembali ke panca ibu

Rumpai daun genggam tangan

Langkah kaki terdengar tetes garam

Peluk hangat di jutawan rasa

Melesat pandangan dua insan

Genang kota adipura

Renang mentari ke pangkuan

Tugu sambut senyuman

Berbalik arah lingkaran kekhawatiran

Perjalanan Abadi - Nia Bayu Apriani



Ketika nanti tubuh ini

Terdampar pada ruangan sempit

Terselimut akar-akar penuh duri

Tiada daya kecuali menangis sendiri

Saat baju tinggalkan jiwa

Hanya menyisakan raga berlumur dosa

Inginku kembali pulang

Namun, jalannya telah tertutup sempurna

Isak tangis menelan gulita

Tertunduk patuh pada tepi keinginan

Jeritanku, gelegar petir dalam sunyinya kehampaan

Namun, semua insan tetap menatapku dengan sembab air mata

Jadilah Dirimu Sendiri - Siti Linda



Berpijaklah di atas kakimu sendiri

Jangan biarkan kau jadi benalu

Kemandirian mu akan mandeg

Kau kan lupa jadi dirimu

Biarkan kakimu menopang mu

Lepaslah pelukan mu dari orang lain

Penyesalanmu tiada arti kelak

Terlambat melangkah

Kau harus kembali ke titik nol

Tak peduli saat itu itu mau telah siap atau tidak

Maka raihlah mimpi mu

Tak harus bergantung pada siapapun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!