12 Contoh Puisi Pendek dengan Berbagai Tema

Jum'at, 22 September 2023 - 09:18 WIB
Kamu adalah kamu

Jadilah dirimu sendiri

Tanpa bayangan siapapun

Malang - Na28



Biru si raga yang berisik

Simpan hal sampai jiwanya terusik

Bak tenggelam dalam malam

Mengais nafas terbit terbenam

Biru si raga yang ceria

Raib lekuk bibirnya

Melangkah bingung

Menetap kadung

Terkunci di bilik emosi

Harapkan tangan mengulur kemari

Ratusan hari sia-sia

Mimpinya terbakar realita

Malang

Baca juga: 10 Provinsi Ini Punya Angka Putus Sekolah Jenjang SMA Tertinggi di Indonesia

3. Tema Cinta

Sontak - Ilham P.S

Setiap hendak menulis sajak

Sketsa wajahmu itu selalu saja merebak

Udara menjadi sesak penaku henti mendadak

Serangkaian kosakata di benakku pun luluh-lantak

Setiap itu pula aku tak tahu harus apa selain menunda dan menyaksikan tiap imaji yang tersisa

Malihrupa jadi jelaga

Lagu Gadis Itali - Sitor Situmorang



Kerling danau di pagi hari

Lonceng gereja bukit Itali

Jika musimmu tiba nanti

Jemputlah abang di teluk Napoli

Kerling danau di pagi hari

Lonceng gereja bukit Itali

Sedari abang lalu pergi

Adik rindu setiap hari

Kerling danau di pagi hari

Lonceng gereja bukit Itali

Andai abang tak kembali

Adik menunggu sampai mati

Batu tandus di kebun anggur

Pasir teduh di bawah nyiur

Abang lenyap hatiku hancur

Mengejar bayang di salju gugur

Surat Cinta - Goenawan Mohamad

Bukankah surat cinta ini ditulis

Ditulis ke arah siapa saja

Seperti hujan yang jatuh ritmis

Menyentuh arah siapa saja

Bukankah surat cinta ini berkisah

Berkisah melintas lembar bumi yang fana

Seperti misalnya gurun yang lelah

Dilepas embun dan cahaya

Aku Ingin - Sapardi Djoko Samono



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Cinta yang Agung - Kahlil Gibran



Adalah ketika kamu menitikkan air mata

Dan masih peduli terhadapnya

Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain

Dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil

Bebaskan dirimu

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

Dan terbang ke alam bebas lagi

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya

Tapi ketika cinta itu mati

Kamu tidak perlu mati bersamanya

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang

Melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

4. Tema Perjuangan

Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu - Widji Thukul

Apa guna punya ilmu

Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

Di mana-mana moncong senjata

Berdiri gagah

Kongkalikong

Dengan kaum cukong

Di desa-desa

Rakyat dipaksa

Menjual tanah

Tapi, tapi, tapi, tapi

Dengan harga murah

Apa guna banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

Museum Perjuangan - Kuntowijoyo



Susunan batu yang bulat bentuknya

Berdiri kukuh menjaga senapan tua

Peluru menggeletak di atas meja

Menanti putusan pengunjungnya

Aku tahu sudah, di dalamnya

Tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

Terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

Ibu-ibu direnggut cintanya

Dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya

Senapan akan kembali berbunyi

Meneriakkan semboyan

Merdeka atau Mati

Ingatlah, sesudah sebuah perang

Selalu pertempuran yang baru

Melawan dirimu

5. Tema Kesedihan

Derai-Derai Cemara - Chairil Anwar

Cemara menderai sampai jauh

Terasa hari akan jadi malam

Ada beberapa dahan di tingkap merapuh

Dipukul angin yang terpendam

Aku orangnya bisa tahan

Sudah berapa waktu bukan kanak lagi

Tapi dulu memang ada suatu bahan

Yang bukan dasar perhitungan lagi

Hidup hanyalah menunda kekalahan

Tambah terasing dari cinta sekolah rendah

Dan tahu, ada yang tetap tak diucapkan

Sebelum pada akhirnya kita menyerah

Elegi - Joko Pinurbo



Maukah kau menemaniku makan?

Makan dengan piring yang retak

Dan sendok yang patah. Makan,
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!