Kadisdik Taput: Pembelajaran Disesuaikan Karakteristik dan Kondisi Sekolah
Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:12 WIB
Guru di Tapanuli Utara melaksanakan pembelajaran Luring dengan belajar kelompok di tengah pandemi. Foto/Robert Fernando H Siregar.
TAPANULI UTARA - Berbagai upaya dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan pihak sekolah, agar proses pembelajaran dalam Tahun Ajaran (TA) baru tahun 2020-2021, tetap terlaksana di tengah pandemi COVID-19 atau virus Corona. Secara umum, proses belajar-mengajar atau tatap muka dengan normal di sekolah, hingga saat ini belum boleh dilaksanakan.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, Bontor A Hutasoit menerangkan, berbagai upaya telah dilaksanakan agar proses pembelajaran tetap terlaksana di tengah pandemi, yaitu proses belajar dalam jaringan (Daring), luar jaringan (Luring) dan bahkan memadu kedua-duanya. (Baca juga: Mendagri Minta Daerah Gelar Simulasi Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai )
"Dinas Pendidikan Taput, tidak ada membuat formula tunggal bagi Kepala Sekolah ataupun pihak sekolah dalam melaksanakan proses belajar-mengajar ditengah pandemi. Walau tatap muka belum boleh dilaksanakan, namun bagaimana cara agar pembelajaran di TA baru 2020 ini tetap terlaksana,"terang Bontor A Hutasoit, Senin (3/8/2020).
Bontor A Hutasoit menyebut, silahkan Kepala Sekolah dan pihak sekolah untuk merumuskan seperti apa yang yang akan mereka laksanakan, tentunya, dengan tetap memperhatikan karakteristik daripada kondisi sekolah, kondisi anak-anak didik dan orangtua anak didik serta kondisi guru.
Bagi sekolah yang mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan Daring, jelas Bontor A Hutasoit, dipersilakan. Akan tetapi, apabila ada siswa yang tidak memiliki fasilitas dan akses jaringan internet, guru harus siap mengunjungi siswi tersebut ke rumah. (Baca juga: Mendagri Nilai Pertemuan Tatap Muka Sekolah Tak Hanya Dilihat dari Warna Zonasi )
"Sebanyak 466 unit Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, baik Negeri maupun Swasta yang tersebar di 15 Kecamatan se-Taput, melakukan proses pembelajaran di TA baru ini dengan berbagai metode dan dominan pihak sekolah melaksanakan metode belajar kelompok. Iya mungkin hal ini, disebabkan karateristik dan kondisi,"ujar Bontor A Hutasoit.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara, Bontor A Hutasoit menerangkan, berbagai upaya telah dilaksanakan agar proses pembelajaran tetap terlaksana di tengah pandemi, yaitu proses belajar dalam jaringan (Daring), luar jaringan (Luring) dan bahkan memadu kedua-duanya. (Baca juga: Mendagri Minta Daerah Gelar Simulasi Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai )
"Dinas Pendidikan Taput, tidak ada membuat formula tunggal bagi Kepala Sekolah ataupun pihak sekolah dalam melaksanakan proses belajar-mengajar ditengah pandemi. Walau tatap muka belum boleh dilaksanakan, namun bagaimana cara agar pembelajaran di TA baru 2020 ini tetap terlaksana,"terang Bontor A Hutasoit, Senin (3/8/2020).
Bontor A Hutasoit menyebut, silahkan Kepala Sekolah dan pihak sekolah untuk merumuskan seperti apa yang yang akan mereka laksanakan, tentunya, dengan tetap memperhatikan karakteristik daripada kondisi sekolah, kondisi anak-anak didik dan orangtua anak didik serta kondisi guru.
Bagi sekolah yang mampu melaksanakan proses pembelajaran dengan Daring, jelas Bontor A Hutasoit, dipersilakan. Akan tetapi, apabila ada siswa yang tidak memiliki fasilitas dan akses jaringan internet, guru harus siap mengunjungi siswi tersebut ke rumah. (Baca juga: Mendagri Nilai Pertemuan Tatap Muka Sekolah Tak Hanya Dilihat dari Warna Zonasi )
"Sebanyak 466 unit Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, baik Negeri maupun Swasta yang tersebar di 15 Kecamatan se-Taput, melakukan proses pembelajaran di TA baru ini dengan berbagai metode dan dominan pihak sekolah melaksanakan metode belajar kelompok. Iya mungkin hal ini, disebabkan karateristik dan kondisi,"ujar Bontor A Hutasoit.
Lihat Juga :