ISTA Al-Kamal Gelar Wisuda Ke-31, Rektor: Jaga Integritas dan Etika di Tengah Persaingan
Kamis, 19 Oktober 2023 - 15:29 WIB
Pelaksanaan wisuda sarjana ISTA kali ini dihadiri mantan Menteri Kehakiman RI Oetoyo Usman, Dirjen Diktiristek, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta Kintawar Miko dan mengundang advokat senior Prof T Gayus Lumbuun. Hadir juga Ketua Lembaga Kajian Nawacita Ir. Samsul Hadi.
Baca juga: Jawab Tantangan Teknologi, ISTA Jakarta Gelar MoU dan Launching Mobil Listrik
Kepada para wisudawan tak lupa Rektor ISTA Ngasiman Djoyonegoro yang akrab disapa Simon itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa sebagai insan akademik, diharapkan pula mampu menjemput bola emas dalam kemajuan teknologi yang pesat.
“Hari ini, kalian (wisudawan) akan memasuki Era 5.0 sebagai babak baru dalam evolusi teknologi, yang membuka pintu bagi generasi muda untuk membentuk masa depan yang lebih baik. “Namun tetap harus siap mengatasi tantangannya, agar manfaat dari kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh banyak orang,” lanjutnya.
Simon juga berkali kali menekankan betapa pentingnya pendidikan bagi para wisudawan meskipun sudah purna sebagai seorang sarjana. “Saudara wisudawan/i sekalian, teruslah belajar sepanjang hayat, sebab pengetahuan dan keterampilan adalah kunci untuk menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi yang sangat cepat. Dengan pendidikan yang kuat, generasi muda dapat menjadi pemimpin di berbagai sektor, menciptakan inovasi, dan mengatasi ketidaksetaraan digital,”ujarnya.
Baca juga: Jawab Tantangan Teknologi, ISTA Jakarta Gelar MoU dan Launching Mobil Listrik
Kepada para wisudawan tak lupa Rektor ISTA Ngasiman Djoyonegoro yang akrab disapa Simon itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa sebagai insan akademik, diharapkan pula mampu menjemput bola emas dalam kemajuan teknologi yang pesat.
“Hari ini, kalian (wisudawan) akan memasuki Era 5.0 sebagai babak baru dalam evolusi teknologi, yang membuka pintu bagi generasi muda untuk membentuk masa depan yang lebih baik. “Namun tetap harus siap mengatasi tantangannya, agar manfaat dari kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh banyak orang,” lanjutnya.
Simon juga berkali kali menekankan betapa pentingnya pendidikan bagi para wisudawan meskipun sudah purna sebagai seorang sarjana. “Saudara wisudawan/i sekalian, teruslah belajar sepanjang hayat, sebab pengetahuan dan keterampilan adalah kunci untuk menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi yang sangat cepat. Dengan pendidikan yang kuat, generasi muda dapat menjadi pemimpin di berbagai sektor, menciptakan inovasi, dan mengatasi ketidaksetaraan digital,”ujarnya.
Lihat Juga :