Mahasiswa FMIPA UNY Gunakan Biji Kurma untuk Identifikasi Forensik Sidik Jari
Kamis, 16 November 2023 - 06:35 WIB
Perwakilan tim Fadhilah Fitria mengatakan, metode identifikasi forensik yang sering digunakan menurut pakar (Soesilopranoto dkk) adalah metode sidik jari karena memiliki tingkat keakuratan paling tinggi dibandingkan metode lainnya.
Dikutip dari laman UNY, Kamis (16/11/2023), identifikasi sidik jari dilakukan dengan mengamati garis yang terdapat pada guratan jari tangan dan telapak kaki. Sidik jari laten biasanya ditemukan di tempat kejadian perkara pada sembarang permukaan dalam kasus kriminal.
Untuk sidik jari laten merujuk pada sidik jari yang tidak terlihat dengan mata telanjang, Identifikasi sidik jari laten merupakan salah satu teknik penting dalam identifikasi forensik dan investigasi kriminal. Meskipun sidik jari laten memiliki nilai bukti yang signifikan, namun jika pengambilan sidik jari tidak hati-hati bisa hilang atau rusak.
Fadhilah mengatakan, dari hal diatas, dibutuhkan bahan alternatif yang dapat mempertahankan pola bekas sidik jari, seperti nanomaterial carbon nanodots. “Carbon Dots" atau "C-dots," yang merujuk pada nanopartikel karbon kecil yang memiliki struktur poin kuantum dan ukuran nanometer.
Karbon dots ini dapat terdiri dari berbagai bentuk struktur karbon. Limbah biji kurma dapat disintesis menjadi C-dots dan diaplikasikan untuk deteksi sidik jari laten dalam investigasi kriminal dan toksikologi forensik.
“Untuk penelitian pada sistesis C-dots, biji kurma dicuci bersih kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kadar airnya. Kemudian, biji kurma dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 200° C selama 3 jam. Selanjutnya, biji kurma tersebut dijadikan serbuk halus, kemudian diproses lebih lanjut”, katanya.
Dikutip dari laman UNY, Kamis (16/11/2023), identifikasi sidik jari dilakukan dengan mengamati garis yang terdapat pada guratan jari tangan dan telapak kaki. Sidik jari laten biasanya ditemukan di tempat kejadian perkara pada sembarang permukaan dalam kasus kriminal.
Untuk sidik jari laten merujuk pada sidik jari yang tidak terlihat dengan mata telanjang, Identifikasi sidik jari laten merupakan salah satu teknik penting dalam identifikasi forensik dan investigasi kriminal. Meskipun sidik jari laten memiliki nilai bukti yang signifikan, namun jika pengambilan sidik jari tidak hati-hati bisa hilang atau rusak.
Fadhilah mengatakan, dari hal diatas, dibutuhkan bahan alternatif yang dapat mempertahankan pola bekas sidik jari, seperti nanomaterial carbon nanodots. “Carbon Dots" atau "C-dots," yang merujuk pada nanopartikel karbon kecil yang memiliki struktur poin kuantum dan ukuran nanometer.
Karbon dots ini dapat terdiri dari berbagai bentuk struktur karbon. Limbah biji kurma dapat disintesis menjadi C-dots dan diaplikasikan untuk deteksi sidik jari laten dalam investigasi kriminal dan toksikologi forensik.
“Untuk penelitian pada sistesis C-dots, biji kurma dicuci bersih kemudian dikeringkan untuk menghilangkan kadar airnya. Kemudian, biji kurma dimasukkan ke dalam oven dengan suhu 200° C selama 3 jam. Selanjutnya, biji kurma tersebut dijadikan serbuk halus, kemudian diproses lebih lanjut”, katanya.
Lihat Juga :