Sambil Kerja Bisa Lulus Tepat Waktu? Simak Tips dari Alumnus Universitas Pertamina Ini
Jum'at, 01 Desember 2023 - 12:01 WIB
Lulusan Komunikasi UPER yang saat ini bekerja di negeri Jiran tersebut membagikan sejumlah kiat untuk mengatur waktu kuliah sembari kerja secara efektif:
“Ketika saya memutuskan untuk menjadi pekerja lepas saat berkuliah, saya dihadapkan untuk mengelola waktu secara efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, saya menyusun project planner yang berisikan agenda akademik maupun non-akademik dan target pekerjaan sampingan. Sebagai contoh, terdapat 7 hari dalam sepekan dan saya sudah menyusun hari dimana saya akan berkuliah, mengerjakan tugas, dan belajar, membuat kalender konten media sosial, hingga kegiatan non-akademik,” pungkas Azza.
Azza menambahkan bahwa manajemen waktu dan penentuan skala prioritas menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan bahwa aktifitas yang terlaksana sudah sesuai yang direncanakan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa berkuliah sambil bekerja cenderung akan mengalami kelelahan baik secara fisik maupun psikologis yang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Azza tak menampik bahwa kesibukan sebagai mahasiswa dan pekerja lepas menjadikan dirinya rentan mengalami stres. Sehingga ia perlu memperhatikan waktu beristirahat.
Baca juga: Styrofoam dapat Memicu Kanker, Mahasiswa UPER Buat Pengemas Makanan Ramah Lingkungan
1. Manajemen Waktu
Selain menjadi pekerja lepas, status dirinya sebagai mahasiswa yang tengah menjalani perkuliahan dan mengikuti kegiatan pertukaran pelajar yang dilaksanakan oleh UPER dan Multimedia University, Malaysia, serta keterlibatan dirinya di Himpunan Mahasiswa Komunikasi UPER, sontak menjadikan Azza memiliki agenda yang padat dan harus memiliki jadwal terencana. Hal ini dilakukan agar kewajiban yang diemban dapat diselesaikan tepat waktu.“Ketika saya memutuskan untuk menjadi pekerja lepas saat berkuliah, saya dihadapkan untuk mengelola waktu secara efektif dan efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, saya menyusun project planner yang berisikan agenda akademik maupun non-akademik dan target pekerjaan sampingan. Sebagai contoh, terdapat 7 hari dalam sepekan dan saya sudah menyusun hari dimana saya akan berkuliah, mengerjakan tugas, dan belajar, membuat kalender konten media sosial, hingga kegiatan non-akademik,” pungkas Azza.
Azza menambahkan bahwa manajemen waktu dan penentuan skala prioritas menjadi salah satu kunci penting untuk memastikan bahwa aktifitas yang terlaksana sudah sesuai yang direncanakan.
2. Kemampuan Mengelola Stress
Tidak dapat dipungkiri bahwa mahasiswa berkuliah sambil bekerja cenderung akan mengalami kelelahan baik secara fisik maupun psikologis yang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari. Azza tak menampik bahwa kesibukan sebagai mahasiswa dan pekerja lepas menjadikan dirinya rentan mengalami stres. Sehingga ia perlu memperhatikan waktu beristirahat.
Baca juga: Styrofoam dapat Memicu Kanker, Mahasiswa UPER Buat Pengemas Makanan Ramah Lingkungan
Lihat Juga :