Kurikulum Pendidikan Harus Memasukkan Agama, Kebangsaan, Etika, dan Logika
Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:13 WIB
Logika sendiri dapat dibagi menjadi tiga rumpun yaitu literasi bahasa, matematika, dan sains. Semua mata pelajaran bermuara dari ketiganya. “Fokus perbaikan matra logika harus dimulai dari tingkat SD/MI agar kemampuan bernalar pada anak didik sudah dibiasakan dan ditanamkan sejak jenjang ini, karena SD/MI adalah fondasi dari semua pendidikan di atasnya,” tuturnya.
Wakil Ketua Tim Perumus dan Penulis Naskah Akademik Sisbuddiknas Bambang Pharmasetiawan mengatakan dalam naskah akademik telah memuat pula tentang hal dalammenyusun mata pelajaran yang kurikulum intinya adalah agama, kebangsaan, etika, dan logika. “Pada mata pelajaran dan mata kuliah yang dibuat dan ditambahkan hendaknya mengacu pada definisi nilai final dan nilai instrumental,” katanya.
Nilai final adalah apa-apa yang ditujukan sebagai tujuan pendidikan. Biasanya ditetapkan oleh sebuah keputusan politik atau konsensus para cerdik cendekia. “Sedangkan nilai instrumental adalah sebuah disiplin akademik yang diajarkan guna mewujudkan nilai final tersebut,” ujar ketua Yayasan Budaya Cerdas dan Luhur ini.
Wakil Ketua Tim Perumus dan Penulis Naskah Akademik Sisbuddiknas Bambang Pharmasetiawan mengatakan dalam naskah akademik telah memuat pula tentang hal dalammenyusun mata pelajaran yang kurikulum intinya adalah agama, kebangsaan, etika, dan logika. “Pada mata pelajaran dan mata kuliah yang dibuat dan ditambahkan hendaknya mengacu pada definisi nilai final dan nilai instrumental,” katanya.
Nilai final adalah apa-apa yang ditujukan sebagai tujuan pendidikan. Biasanya ditetapkan oleh sebuah keputusan politik atau konsensus para cerdik cendekia. “Sedangkan nilai instrumental adalah sebuah disiplin akademik yang diajarkan guna mewujudkan nilai final tersebut,” ujar ketua Yayasan Budaya Cerdas dan Luhur ini.
(poe)
Lihat Juga :