Simak 3 Perbedaan Sekolah Kedinasan IPDN dan PKN STAN

Jum'at, 01 Maret 2024 - 09:48 WIB
Pada tujuannya, IPDN bertujuan mempersiapkan kader pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Melihat ke belakang, sekolah kedinasan ini memiliki sejarah panjang dalam pembentukannya.

Mengutip laman resminya, riwayat panjang IPDN berawal dari tahun 1920. Waktu itu namanya dikenal dengan Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren (OSVIA) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA), Opleiding School Indische Ambtenaren (OSIBA).

Beralih ke PKN STAN, sekolah kedinasan ini menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia. Setiap tahun, jumlah peminatnya selalu tinggi, sehingga menjadikan persaingan masuknya cukup sulit.

Baca juga: Ini 3 Perbedaan STIN vs Poltek SSN, Kenali sebelum Mendaftar!

Berbeda dengan IPDN, Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN adalah sekolah kedinasan yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pada riwayatnya, PKN STAN menjadi transformasi dari sekolah kedinasan yang dulunya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

2. Jurusan



IPDN memiliki sekitar 10 jurusan kuliah yang masing-masing terbagi dalam beberapa fakultas dan program berbeda. Masing-masing di antaranya adalah Praktik Perpolisian Tata Pamong, Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Keuangan Publik, Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik, Studi Kebijakan Publik, Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Administrasi Pemerintahan Daerah, serta Politik Indonesia Terapan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!