Mengenal OAIL Itera, Pusat Pemantauan Hilal di Indonesia dengan Teleskop Canggih
Minggu, 10 Maret 2024 - 11:30 WIB
Baca juga: 2 April Hilal Sudah Tinggi, BMKG Klarifikasi Viral Koreksi Data Hisab-Rukyat
Dari perhitungan yang dilakukan oleh tim OAIL, ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam adalah +00°:01′:47″ dan azimut Bulan sebesar +264°:49′:16″, dengan beda azimut-01°:14′:24″ dari lokasi Matahari terbenam, dengan elongasi sebesar +01°:42′:19″.
“Hilal kali ini akan sangat sulit untuk diamati, dan di bawah kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS (ketinggian bulan 3 derajat, elongasi 6,4 derajat). Meski begitu, OAIL tetap melakukan pengamatan untuk melakukan konfirmasi apakah hilal dapat dilihat atau tidak,” ujar Dr. Moedji Raharto.
Dr. Moedji Raharto menambahkan, dengan ketinggian hilal yang rendah dan di bawah kriteria visibilitas hilal, kemungkinan ada perbedaan awal Ramadan cukup besar.
Namun menurut Dr. Moedji Raharto, hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh OAIL, baik hilal dapat terlihat maupun tidak, akan dilaporkan ke Kementerian Agama untuk digunakan sebagai pertimbangan penentuan awal bulan Ramadan 1445 melalui sidang isbat.
OAIL akan membuka pengamatan untuk umum, bagi masyarakat yang berminat untuk hadir, silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/hilal-ramadhan-1445h-itera untuk mendaftar.
Dari perhitungan yang dilakukan oleh tim OAIL, ketinggian Bulan pada saat Matahari tenggelam adalah +00°:01′:47″ dan azimut Bulan sebesar +264°:49′:16″, dengan beda azimut-01°:14′:24″ dari lokasi Matahari terbenam, dengan elongasi sebesar +01°:42′:19″.
“Hilal kali ini akan sangat sulit untuk diamati, dan di bawah kriteria visibilitas hilal Neo MABIMS (ketinggian bulan 3 derajat, elongasi 6,4 derajat). Meski begitu, OAIL tetap melakukan pengamatan untuk melakukan konfirmasi apakah hilal dapat dilihat atau tidak,” ujar Dr. Moedji Raharto.
Dr. Moedji Raharto menambahkan, dengan ketinggian hilal yang rendah dan di bawah kriteria visibilitas hilal, kemungkinan ada perbedaan awal Ramadan cukup besar.
Namun menurut Dr. Moedji Raharto, hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh OAIL, baik hilal dapat terlihat maupun tidak, akan dilaporkan ke Kementerian Agama untuk digunakan sebagai pertimbangan penentuan awal bulan Ramadan 1445 melalui sidang isbat.
OAIL akan membuka pengamatan untuk umum, bagi masyarakat yang berminat untuk hadir, silakan mengisi formulir pendaftaran di bit.ly/hilal-ramadhan-1445h-itera untuk mendaftar.
(nnz)
Lihat Juga :