Berikut 10 Contoh Teks Kultum dalam Berbagai Tema
Selasa, 12 Maret 2024 - 09:15 WIB
Saat kita saling mengunjungi, bertegur sapa dengan penuh senyum, memberikan dukungan ketika ada kesulitan, dan menghadiri acara kebaikan, itu semua adalah bentuk kebajikan kepada sesama.
Bersikaplah tulus dan ikhlas dalam menjalin tali silaturahmi, karena Allah melihat apa yang ada di dalam hati kita.
Jangan pernah merasa malu atau enggan untuk memulai melakukan perbuatan terpuji karena kebaikan itu selalu bernilai meskipun hanya dengan tindakan kecil.
Itulah kultum singkat yang bisa saya sampaikan, semoga di dalamnya terdapat manfaat.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Tak lupa selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan semoga sampai kepada kita.
Pada kultum pendek ini, mari kita berbicara tentang tema yang sangat penting dalam agama dan nilai-nilai sosial kita, yaitu berbakti kepada orang tua.
Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu perintah agama yang memiliki makna mendalam dan nilai luhur.
Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Rida Allah Swt. bergantung dari rida kedua orang tua dan murka Allah Swt. bergantung dari kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Hibban)
Berbakti kepada orang tua tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga mengandung pahala besar. Melalui kasih sayang, perhatian, dan penghormatan kita kepada orang tua, kita dapat menghormati hubungan keluarga yang telah Allah ciptakan.
Berbakti kepada orang tua juga bukan hanya saat mereka masih sehat dan aktif, tetapi juga ketika mereka memasuki usia lanjut dan membutuhkan perhatian ekstra.
Perhatian itu bisa berupa memberikan waktu, dukungan, dan kasih sayang kepada orang tua dalam masa sulit adalah bentuk nyata dari pengabdian kita.
Selain itu, berbakti kepada orang tua juga melibatkan aspek finansial. Membantu mereka dalam kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan adalah wujud nyata dari penghargaan kita terhadap segala pengorbanan yang mereka lakukan selama kita tumbuh dewasa.
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)
Jadi, mari kita renungkan betapa pentingnya berbakti kepada orang tua dalam kehidupan kita.
Ini adalah peluang besar untuk mendapatkan keridaan Allah, mengamalkan nilai-nilai agama, dan membina hubungan keluarga yang harmonis.
Semoga Allah senantiasa memberi kita kemampuan untuk memenuhi kewajiban kita terhadap orang tua, serta menjadikan kita anak yang berbakti dan memiliki akhlak yang mulia.
Akhir kata, mari kita perbanyak doa untuk orang tua kita, agar mereka senantiasa dalam lindungan Allah dan diberi kesehatan serta kebahagiaan. Aamiin.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang sudah memberikan banyak rezeki bagi kita semua.
Kemudian, tak lupa, selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan semoga bisa sampai kepada kita umatnya di akhir zaman.
Lewat kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita.
Salah satu nikmat terbesar yang diberikan kepada kita adalah kehidupan. Namun, kita harus ingat bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara.
Allah Swt. berfirman dalam surat An-Nisa ayat 78:
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh.”
Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah hukum Allah yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup, termasuk manusia.
Tidak ada seorang pun yang bisa menghindari kematian, meskipun dia kaya, terkenal, atau memiliki kekuasaan yang besar.
Aa Gym dalam sebuah ceramah pernah mengatakan, bila kelahiran memang berurutan, tetapi kematian tidak. Ia bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.
Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa kematian adalah akhir dari kehidupan di dunia ini. Saat kematian datang, semua harta benda, jabatan, dan kekuasaan yang kita miliki akan menjadi sia-sia.
Pada hari ini, saya mengajak kita semua, khususnya saya, untuk menyadari ihwal kematian. Mari kita sadar dari sekarang bila kematian itu hal pasti.
Ingatlah mati setiap hari, niscaya kita bisa tergerak untuk beribadah dan melakukan hal-hal baik.
Itulah kultum yang dapat saya sampaikan. Semoga di dalamnya ada manfaat bagi kita semua.
Saudara dan saudari yang dirahmati Allah, Pertama, mari kita ucapkan syukur atas segala nikmat Allah Swt. Selawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad saw.
Saudara dan saudari yang dirahmati Allah, Pada 2023 ini atau 1444 Hijriah, kita dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah, yaitu bulan Ramadan. Di bulan kesembilan yang amat spesial ini, para setan dibelenggu dan pintu neraka ditutup.
Hal itu bermakna bahwa ampunan Allah berlaku penuh selama Ramadan. Dengan syarat bahwa niat puasa kita adalah benar hanya untuk Allah.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa barang siapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.
Selain itu, dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa siapa yang melakukan shalat tarawih karena iman dan mencari pahala, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.
Apakah hanya itu saja? Tentu ampunan Allah tidak sebatas itu aja. Masih ada banyak peluang yang bisa kita dapatkan. Misalnya, dengan bersedekah sepanjang Ramadan, atau dengan membaca Al-Qur’an selama Ramadan.
Itu hanya contoh saja, ada banyak amalan di bulan Ramadan yang bisa kita lakukan. Maka dari itu, kita harus memaksimalkannya dan meraih taqwa. Juga tidak lupa kita jaga kesehatan jasmani dan rohani.
Saudara dan saudari yang berbahagia, Demikian kultum yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kesalahan, semoga Allah memberikan hidayah, inayah, dan keberkahan kepada kita semua supaya kita dapat memetik keutamaan bulan Ramadan. Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.
Alhamdulillah. Segala puji hanya untuk-Nya. Penguasa alam semesta. Karunia-Nya tak terhingga. Selawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad saw. Semoga kita dapat mengikuti sunahnya.
Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan Ramadan, bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamya terdapat malam yang lebih utama dan 1000 bulan.
Inilah saat salah satu ibadah teragung, yaitu puasa, wajib dikerjakan. Kita meyakini sepenuh hati bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa.
Rasulullah saw. meriwayatkan firman Allah Swt. Dalam hadis Qudsi yang artinya, “Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Ahmad dan Muslim).
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber. Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan, karena penuh keimanan dan mengharap rida Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori dan Muslim) Selain itu, dalam hadis lain disebutkan bahwa, “Salat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadan ke Ramadan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)
Dua hadis di atas jelas menunjukkan jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni. Kedua, puasa adalah perisai (penghalang).
Bersikaplah tulus dan ikhlas dalam menjalin tali silaturahmi, karena Allah melihat apa yang ada di dalam hati kita.
Jangan pernah merasa malu atau enggan untuk memulai melakukan perbuatan terpuji karena kebaikan itu selalu bernilai meskipun hanya dengan tindakan kecil.
Itulah kultum singkat yang bisa saya sampaikan, semoga di dalamnya terdapat manfaat.
4. Kultum Tema Berbakti pada Orang Tua
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Tak lupa selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan semoga sampai kepada kita.
Pada kultum pendek ini, mari kita berbicara tentang tema yang sangat penting dalam agama dan nilai-nilai sosial kita, yaitu berbakti kepada orang tua.
Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu perintah agama yang memiliki makna mendalam dan nilai luhur.
Nabi Muhammad saw. pernah bersabda, “Rida Allah Swt. bergantung dari rida kedua orang tua dan murka Allah Swt. bergantung dari kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi, Hakim, Ibnu Hibban)
Berbakti kepada orang tua tidak hanya sebatas kewajiban, tetapi juga mengandung pahala besar. Melalui kasih sayang, perhatian, dan penghormatan kita kepada orang tua, kita dapat menghormati hubungan keluarga yang telah Allah ciptakan.
Berbakti kepada orang tua juga bukan hanya saat mereka masih sehat dan aktif, tetapi juga ketika mereka memasuki usia lanjut dan membutuhkan perhatian ekstra.
Perhatian itu bisa berupa memberikan waktu, dukungan, dan kasih sayang kepada orang tua dalam masa sulit adalah bentuk nyata dari pengabdian kita.
Selain itu, berbakti kepada orang tua juga melibatkan aspek finansial. Membantu mereka dalam kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan adalah wujud nyata dari penghargaan kita terhadap segala pengorbanan yang mereka lakukan selama kita tumbuh dewasa.
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. berfirman, Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)
Jadi, mari kita renungkan betapa pentingnya berbakti kepada orang tua dalam kehidupan kita.
Ini adalah peluang besar untuk mendapatkan keridaan Allah, mengamalkan nilai-nilai agama, dan membina hubungan keluarga yang harmonis.
Semoga Allah senantiasa memberi kita kemampuan untuk memenuhi kewajiban kita terhadap orang tua, serta menjadikan kita anak yang berbakti dan memiliki akhlak yang mulia.
Akhir kata, mari kita perbanyak doa untuk orang tua kita, agar mereka senantiasa dalam lindungan Allah dan diberi kesehatan serta kebahagiaan. Aamiin.
5. Kultum Tema Kematian
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang sudah memberikan banyak rezeki bagi kita semua.
Kemudian, tak lupa, selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan semoga bisa sampai kepada kita umatnya di akhir zaman.
Lewat kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita.
Salah satu nikmat terbesar yang diberikan kepada kita adalah kehidupan. Namun, kita harus ingat bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara.
Allah Swt. berfirman dalam surat An-Nisa ayat 78:
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh.”
Ayat ini menegaskan bahwa kematian adalah hukum Allah yang pasti akan dialami oleh setiap makhluk hidup, termasuk manusia.
Tidak ada seorang pun yang bisa menghindari kematian, meskipun dia kaya, terkenal, atau memiliki kekuasaan yang besar.
Aa Gym dalam sebuah ceramah pernah mengatakan, bila kelahiran memang berurutan, tetapi kematian tidak. Ia bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.
Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa kematian adalah akhir dari kehidupan di dunia ini. Saat kematian datang, semua harta benda, jabatan, dan kekuasaan yang kita miliki akan menjadi sia-sia.
Pada hari ini, saya mengajak kita semua, khususnya saya, untuk menyadari ihwal kematian. Mari kita sadar dari sekarang bila kematian itu hal pasti.
Ingatlah mati setiap hari, niscaya kita bisa tergerak untuk beribadah dan melakukan hal-hal baik.
Itulah kultum yang dapat saya sampaikan. Semoga di dalamnya ada manfaat bagi kita semua.
6. Kultum Tentang Ramadan
Saudara dan saudari yang dirahmati Allah, Pertama, mari kita ucapkan syukur atas segala nikmat Allah Swt. Selawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad saw.
Saudara dan saudari yang dirahmati Allah, Pada 2023 ini atau 1444 Hijriah, kita dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah, yaitu bulan Ramadan. Di bulan kesembilan yang amat spesial ini, para setan dibelenggu dan pintu neraka ditutup.
Hal itu bermakna bahwa ampunan Allah berlaku penuh selama Ramadan. Dengan syarat bahwa niat puasa kita adalah benar hanya untuk Allah.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad saw. bersabda bahwa barang siapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.
Selain itu, dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa siapa yang melakukan shalat tarawih karena iman dan mencari pahala, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.
Apakah hanya itu saja? Tentu ampunan Allah tidak sebatas itu aja. Masih ada banyak peluang yang bisa kita dapatkan. Misalnya, dengan bersedekah sepanjang Ramadan, atau dengan membaca Al-Qur’an selama Ramadan.
Itu hanya contoh saja, ada banyak amalan di bulan Ramadan yang bisa kita lakukan. Maka dari itu, kita harus memaksimalkannya dan meraih taqwa. Juga tidak lupa kita jaga kesehatan jasmani dan rohani.
Saudara dan saudari yang berbahagia, Demikian kultum yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kesalahan, semoga Allah memberikan hidayah, inayah, dan keberkahan kepada kita semua supaya kita dapat memetik keutamaan bulan Ramadan. Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.
7. Kultum Tema Keistimewaan Ramadhan
Alhamdulillah. Segala puji hanya untuk-Nya. Penguasa alam semesta. Karunia-Nya tak terhingga. Selawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad saw. Semoga kita dapat mengikuti sunahnya.
Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan Ramadan, bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamya terdapat malam yang lebih utama dan 1000 bulan.
Inilah saat salah satu ibadah teragung, yaitu puasa, wajib dikerjakan. Kita meyakini sepenuh hati bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa.
Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa.
Rasulullah saw. meriwayatkan firman Allah Swt. Dalam hadis Qudsi yang artinya, “Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Ahmad dan Muslim).
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber. Pertama, puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan, karena penuh keimanan dan mengharap rida Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhori dan Muslim) Selain itu, dalam hadis lain disebutkan bahwa, “Salat wajib lima waktu, (dari) satu Jumat ke Jumat selanjutnya, (dari) Ramadan ke Ramadan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim)
Dua hadis di atas jelas menunjukkan jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demi Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya, maka dosa-dosa kita akan diampuni. Kedua, puasa adalah perisai (penghalang).
Lihat Juga :